Laporkan Masalah

Ties That Unbind: Peran Attachment Style dan Pengalaman Nomaden dalam Memprediksi Loneliness

Chantika Imarah Khairunnisa, Samudera Fadlilla Jamaluddin, S.Psi., M.Sc.

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Penelitian bertujuan mengkaji peran pola hidup berpindah-pindah dan gaya kelekatan dalam memprediksi tingkat kesepian pada dewasa awal (N = 133). Data dikumpulkan melalui kuesioner demografi untuk mengidentifikasi riwayat perpindahan tempat tinggal, serta Attachment Style Questionnaire dan UCLA Loneliness Scale Ver. 3. Data kemudian dianalisis melalui uji beda dan regresi. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat kesepian antara kelompok Moving Family dan Menetap. Namun, frekuensi perpindahan tempat tinggal selama masa pertumbuhan terbukti memprediksi loneliness secara signifikan dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi frekuensi perpindahan, semakin rendah tingkat kesepian yang dirasakan. Selain itu, gaya kelekatan terbukti berperan penting dalam menentukan loneliness, di mana secure attachment memprediksi penurunan tingkat kesepian, sementara kelekatan preoccupied, fearful, dan dismissing memprediksi peningkatan kesepian. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman mobilitas keluarga tidak secara inheren berdampak negatif, dan bahwa variasi kesepian pada dewasa awal lebih kuat dipengaruhi oleh dinamika relasional internal dibandingkan oleh status mobilitas keluarga itu sendiri.

This study examined the role of residential mobility and attachment styles in predicting loneliness among emerging adults (N = 133). Data were collected using a demographic questionnaire to assess residential mobility history, along with the Attachment Style Questionnaire and the UCLA Loneliness Scale Version 3. Analyses included group comparison tests and regression. Results indicated no significant difference in loneliness between individuals from Moving Family and Settled backgrounds. However, the frequency of residential moves during developmental years significantly predicted loneliness in a negative direction, indicating that higher mobility was associated with lower perceived loneliness. Secure attachment predicted lower loneliness, whereas preoccupied, fearful, and dismissing attachment styles predicted higher loneliness. These findings suggest that family mobility is not inherently detrimental and that loneliness in emerging adulthood is more strongly shaped by internal relational dynamics than by mobility status itself.

Kata Kunci : pola hidup berpindah, gaya kelekatan, kesepian

  1. S1-2026-492750-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492750-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492750-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492750-title.pdf