PEMANFAATAN SISTEM INFORMASl GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TEGAL DAN PEKARANGAN TERHADAP JENIS TANAMAN BERKAYU Studi Kasus di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul
Didik Edhi Wibowo, Dr.Ir.Zainuddin Fanani, MSc. Ir. Djuwadi, MS.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANINTISARI Pesatnya perkernhangan zaman serta meningkatnya Iaju pertumbuhan penduduk berakibat meningkatnya kebutuhan manusia baik jumlah maupun ragamnya. Peningkatan t jumlah penduduk menyebabkan peningkatan kebuuhan kayu bakar, kayu pertukangan, maupun kebutuhan Iapangan kerja barn. 1\fengingat kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas maka manusia akan selalu membutuhkan lahan untuk mencukupi kebutuhannya sedangkan Iahan sendiri bersifat terbatas baik kualitas maupun kuantitasnya, sehingga akan terjadi persaingan dalam hal penggunaan lahan. Hal ini menyebabkan terjadinya tekanan terhadap sumberdaya lahan dan dikhaw-atirkan penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukannya akan menimbulka penurunan kuaHtas lahan itu sendiri. Oleh karena itu n perlu pemanfaatan ruang lahan berupa tegalan dan pekarangan secara maksimal agar fungsi produksi dan fungsi konservasi dapat terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tanaman berkayu yang bermanfaat untuk dikembangkan pada Ia:han tegal dan pekaranga.'l dan menganalisis kesesuaian lahannya. Jenis yang dipilih yaitu Swietenia mahagony, Tectona grandis, Acacia auriculijormis, Nephellium lappaceum, Achras zapota, lvfangifera indica, dan Artocarpus heterophylus. Metode analisis kesesuaian lahan yang digunakan adalah metode matching yaitu pencocokan kondisi fisik lahan aktual dengan persyaratan tumbuh spesies. Hasil Penehtian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian ketujuh spesies tersebut terdiri atas S1 (Sa.11gat Sesuai), S2 (Cukup Sesuai), S3 (Sesuai Marginal), Ni (Tidak Sesuai Saat Ini), dan N2 (Tidak Sesuai Permanen). Tingkat SI hanya ada untuk Acacia auricultformis yaitu sebesar 22,58 Ha (0,4l%). Tingkat S2 dan S3 ditemukan untuk semua jenis tanaman berkayu berturut-turut sebesar l.802,89 Ha (32,98%) dan 1.678,7 Ha (30,85%) dan lokasinya tersebar merata di setiap desa. Tingkat Nl ditemukan untuk semua spesies seluas 1.335,2 Ha (24,47%). Tingkat N2 hanya dijumpai untukjenis tanaman buah-buahan sebesar 615,88 Ha ( 11,32% ). Adapun falrtor penghambat secara umum kelerengan dan solum tanah dimana kelerengan dapat diatasi dengan
Rapid advanced in this era and increased of population growth cause increasing of human need either in amount or in kinds. Increased of population number cause increasing of firewood, crafting wood, and new job opportunity. Consider to human need has limited characteristic, so men will always need land to complete their needs. Meanwhile land has limited characteristic either in quality or in quantity, so it will happens a competition in using those lands. It causes occurring purpose on land resources and it is worried in using land that not appropriate to the purpose will create lower of land quality itself. There it need the use of land space including dry field and e home gardn maximally in order for production function and conservation will be secured. This research aimed to consider types of wooden plant which has benefit to be developed on dry field and home garden and anayze the land suitability. Type chosen l that is Swietenia mahagony, Tectona grandis, Acasia auricultformis, Nephellium lappaceum, Achras zapota, Mangifera indica, and Arlocarpus heterophylus. Method of analysis of land suitability used in this research was a matching method, that is a matching physical condition of actual land and requirement of growing
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Kesesuaian Lahan, Tegalan, Pekarangan