Kajian tipe-tipedan arahan pengembangan industri mebel di kecamatan Sewon kabupaten Bantul
Paulina E.H. Nugrahini, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini mengambil judul "KAJIAN TIPE-TIPE DAN ARAHAN PENGEMBANGAN INDUSTRI MEBEL DI KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL". Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hubungan antar faktor produksi pada industri mebel di Kecamatan Sewon; (2) untuk mengkaji perbedaan karakteristik industri berdasarkan tipe pada industri mebel di Kecamatan Sewon; (3) untuk mengkaji seberapa jauh intervensi pemerintah dalam mendukung perkembangan industri mebel di daerah penelitian; dan (4) untuk memberikan masukan arahan pengembangan yang paling sesuai bagi industri mebel di Kecamatan Sewon berdasarkan tipe industrinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu dengan mengumpulkan informasi atau data responden yang telah ditentukan dengan menggunakan kuesioner. Penentuan responden dilakukan secara stratified random sampling setelah terlebih dahulu dilakukan identifikasi terhadap populasi pengusaha mebel di lokasi penelitian ke dalam strata yang sesuai, yang didasarkan pada tahapan proses, pemasaran dan produk yang dihasilkan. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam (indepth interview) sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi terkait. Analisa data dalam penelitian menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji Korelasi dari Pearson, Uji Beda One Way ANOVA dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tipe-tipe industri mebel, khususnya dalam hal pendapatan yang nyata antara masing-masing tipe usaha mebel. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi F hitung pada ANOVA 0,000 atau berada di daerah Ho ditolak (<0,05). Rata-rata pendapatan pengusaha selama 1 tahun pada tipe I adalah Rp20.340.000,00, pada tipe II adalah Rp11.675.000,00 dan pada tipe III adalah Rp148.481.000,00. Dari hasil pengujian dengan menggunakan Korelasi Product Moment dari Pearson, diketahui bahwa terdapat korelasi positif antara modal (r=0,957), bahan baku (r=0,958) dan tenaga kerja (r = 0,979) dengan pendapatan pengusaha. Hal ini berarti bahwa semakin besar modal, bahan baku dan tenaga kerja yang digunakan maka pendapatan pengusaha akan semakin besar. Pengujian dengan tabulasi silang menunjukkan bahwa intervensi pemerintah berpengaruh terhadap perkembangan pendapatan. Hal ini ditunjukkan dengan persentase 80% usaha mebel yang pernah memperoleh bantuan mengalami perkembangan pendapatan. Hasil penelitian yang berupa masukan arahan pengembangan pada industri mebel di Kecamatan Sewon yaitu : upaya pengembangan pada industri mebel perlu melihat karakteristik dari tipe industri serta permasalahan yang dihadapi masing-masing tipe. Pemberian program bantuan serta bimbingan/penyuluhan perlu disertai survei dan penilaian yang cermat agar usaha mebel yang akan menerima program benar-benar usaha yang memang membutuhkan program bantuan pengembangan. Perlu pula dilakukan pengawasan dan pemantauan
The title of this research is "STUDY OF TYPES AND DEVELOPMENT RECOMMENDED FOR FURNITURE INDUSTRY IN SEWON SUB DISTRICT OF BANTUL REGENCY. The aims of this research are (1) to know the relation between production factors of furniture industry in Sewon sub district; (2) to study the difference of industrial characteristic pursuant to the types of furniture industry in Sewon sub district; (3) to study government intervention in supporting the growth of furniture industry in research area; and (4) to give most appropriate development instruction input to furniture industry in Sewon sub district based on its industrial type. The method which is used in this research is survey method that is by collecting data or information using questioner from respondents which have been determined. The Determination of respondent is using stratified random sampling, by identify the population into appropriate strata which relied on process step, output product and marketing system. Primary data obtained through questioner and in-depth interview while secondary data obtained from government institution. The analysis of data is using crossed and frequency tables. The hypothesis test is using Pearson's Product Moment, One Way ANOVA and crosstab. The result of research shows that there were differences of earnings among entrepreneurs of type I, type II and of type III. This is shown with the value of significance counting F at ANOVA 0,000 or reside in the area of Ho refused (< 0,05). The Mean of the entrepreneur earnings during 1 year at type 1 is Rp20.340.000,00, type II is Rp11.675.000,00 and at type III is Rp148.481.000,00, The result test use Correlation Product Moment of Pearson, shows that there is positive correlation among capital (r= 0,957), raw material (r 0,958) and labor (r = 0,979) with earnings. It means that the more of capital, raw material and labor used the entrepreneur earning will greater also. Result of crossed table indicates that government intervention effect to growth the entrepreneur earnings. It is shown by 80% furniture which has obtained the aid program, the entrepreneur earning is growth. The result of development recommended in this research are : the effort of development need to see the characteristic of industrial type and also problems faced by each type. The aid and counseling program need to be accompany with careful assessment and survey, so that the industry which will accept the program is really the one which is truly need the development program. It also needs monitoring and observation of industry before and after getting the aid/counseling program.
Kata Kunci : Arahan pengembangan industri,Industri Mebel