PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN POTENSI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL BERBASIS KAYU (Studi Kasus di Wilayah Kotamadia Yogyakarta dan Sebagian Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
ALBERT REVY SOERHASANTO, Dr. Ir. Zainuddin Fanani, M.Sc. ; Ir. Djoko Suhamo Radite,M.S.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANMunculnya industri kecil berbasis kayu sangat menggembirakan karena pengusaha temyata masih dapat memanfaatkan peluang usaha di tengah badai krisis perekonomian nasional. Tetapi di sisi lain, peluang usaha itu kurang dapat dimanfaatkan secara optimal karena kurang sistematisnya informasi untuk menunjang pengembangan. Seiring dengan adanya perkembangan teknologi informasi, maka permasalahan informasi ini dapat diatasi. Salah satu cara mengatasi permasalahan pengolahan data dan penyajian hasil dilakukan dengan memanfaatkan sistem informasi geografi. Dalam penelitian ini diharapkan dapat menyajikan informasi industri kecil berbasis kayu secara sistematis dan mudah dipahami melalui tampilan peta dan tabel, serta dapat menentukan arah pengembangan. Industri kecil berbasis kayu di wilayah penelitian menggunakan bahan baku kayu jati (83,93%). Kayu jati itu dibeli melalui agen pedagang kayu (67,86%) yang berasal dari Perum Perhutani (78,57%). Untuk melakukan produksi, pengusaha membutuhkan bahan baku 13,16 m V bulan. Produksi dilakukan berdasarkan pesanan dari konsumen (98,21%). Produk- produk itu dijual secara langsung kepada konsumen. Industri kecil berbasis kayu yang ada hanya mempunyai pasar lokal (78,57%). Dari data itu dilakukan analisis potensi pengembangan usaha berdasarkan daya tarik pasar dan kekuatan usaha. Dari segi kekuatan usaha terdapat 5 kecamatan berpotensi tinggi dan 4 kecamatan berpotensi rendah. Dari segi daya tarik pasar semua kecamatan berpotensi sedang. Gabungan dari faktor internal dan ekstemal itu menghasilkan potensi pengembangan industri kecil berbasis kayu. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat 3 kelompok pengembangan. Kelompok pertamaadalah kelompok dengan kekuatan usaha yang tinggi dan daya tarik pasamya sedang. Kelompok kedua mempunyai kekuatan usaha dan daya tarik pasar yang sedang. Kelompok ketiga mempunyai kekuatan usaha rendah dan daya tarik pasamya sedang. Kelompok pertama, pengembangan diarahkan pada peningkatan laba pada segi produksi. Kelompok kedua, pengembangan diarahkan pada investasi usaha pada sektor usaha yang beresiko rendah. Kelompok ketiga, pengembangan industrinya diarahkan pada usaha untuk mempertahankan diri pada keadaan yang ada.
The emerging woo-based small scale industries show a good sign that entrepreneur or industrialists are able to capitalize on business opportunities in time of economic crisis. On the other side, business opportunities cannot be fully optimized due to unsystematic information to support business development. The issue on information deficiencies can be overcome with advanced information technology. Geographical information system can be utilized to process data and output. This research is expected to present comprehensible information systematically and determine the purpose the development of wood industry through map and table display. Wood-based small-scale industries in the area of this research used teak wood raw material (83,93%). Teak wood from Perhutani (78,57%) was purchased from teak wood dealer (67,86%). In order to make production, it requires raw material of 13,16% m3/month. Products were made based on customer’s order (98,21%). The products were directly sold to customers. The existing wood industries only have access to local market (78,57%). Business development potential analysis was done based on attractive market and business sustainability. Based on business sustainability , there are 5 districts with high business development potential and 4 districts with low potential. Based on attractive market, all districts have average potential. A combination between internal and external factor create wood-based small-scale industries development potential. Based on the factor combination, there are 3 groups development. The first group is sustainable industry with less attractive market-based. The second group is average sustainable industry with less attractive market-based. The third group is low sustainable industry with less attractive market-based. The purpose of business development for the first group is directed to profit increase from production. The purpose of business development for the second group is directed to investment on low risk business sector and business resistance for the third group.
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Industri Kecil