Laporkan Masalah

Peranan badan kredit desa (BKD) dalam peningkatan pendapatan rumah tangga perdesaan di kecamatan Purworejo kabupaten Purworejo

Pirita Sari, Drs. M.R. Djarot Sadharto Widyatmoko, M.Sc.; Drs. M. Baiquni, M.A.

2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Program pelayanan BKD merupakan bagian dari upaya pemecahan masalah pembangunan dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui penyediaan permodalan. Fungsi dari lembaga perkreditan ini adalah menyediakan modal bagi masyarakat perdesaan yang produktif tapi lemah dalam permodalannya. Dengan bantuan permodalan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan peluang usaha masyrakat perdesaan. Pengembangan BKD tersebut meliputi pengembangan sistem dan pola perkreditan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga mereka dapat memilih sesuai dengan jenis usaha, kemampuan dan tingkat pelayanan yang diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peranan BKD terhadap peningkatan pendapatan rumahtangga masyarakat perdesaan. Metode yang digunakan adalah metode survei yang dibatasi pada pengertian survei sampel dimana informasi dikumpulkan dari sebagian populasi untuk mewakili seluruh populasi. Sasaran penelitian ini adalah kepala keluarga yang minimal dalam waktu tiga bulan terakhir menjadi nasabah BKD. Responden menggunakan modal yang berasal dari BKD untuk meningkatkan kegiatan usaha yang menunjang peningkatan pendapatan rumahtangga mereka. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Purworejo dengan mengambil dua desa sampel yaitu Desa Tambakrejo sebagai desa kota dan Desa Semawung sebagai desa desa. Populasi jumlah nasbahnya adalah 40 orang untuk Desa Tambakrejo dan 46 orang untuk Desa Semawung. Masing-masing desa diambil 32 orang sebagai responden. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskritif dan analisa kuantitatif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa terdapat perbedaan pendapatan antara sebelum dan sesudah menjadi nasabah BKD baik di wilayah urban maupun rural dimana pendapatan sesudah menjadi nasabah lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum menjadi nasabah BKD. Di wilayah urban BKD mempunyai pengaruh terhadap perluasan produktivitas usaha untuk jenis pekerjaan penjahit, dan pedagang kecil baik itu non makanan maupun makanan sedangkan di wilayah rural BKD tidak mempunyai pengaruh terhadap perluasan produktivitas usaha. Dilihat dari uraian ini, program pelayanan BKD di Kecamatan Purworejo sudah cukup optimal dari segi tepatguna namun belum mencapai hasil yang optimal dari segi dayagunanya. Walaupun hal tersebut bisa dikatakan bukan masalah yang besar, namun perlu segera diadakan pembenahan karena pelayanan kredit BKD merupakan salah satu kebijaksanaan pemerintah Kabupaten Purworejo di bidang pembangunan wilayah perdesaan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara kota dan desa khususnya kemiskinan di wilayah perdesaan.

Badan Kredit Desa (Rural Credit Institution) was a part of problem solving of poverty by providing capital in development era. The main function of this credit institution was providing capital for productive villagers. By capital helping, is expected that productivity and work opportunities of the rural people can be increased. The development of BKD including the system enhancement and credit system which is compatible to the need of rural society so that they may choose their credit option according to their field of work, capability, and services needed. The purpose of this research is to analyze BKD's roles in increase villagers household income. The objective of the research are heads of household who has already become BKD customer in recent three month. Respondents use modal from BKD to increase effort activities that support income enlargement of their household. Research had done in Purworejo Sub District taken place in Tambakrejo Village as rural urban and Semawung Village as rural rural area. Population of customer was 40 in Tambakrejo Village and 46 in Semawung Village. 32 respondents taking from each villages. The analysis used in this research are descriptive analysis and quantitative analiysis. The research shown conclusions that there are differences of rural society income before and after become a custumer of BKD both in urban ang rural areas. In urban area, BKD influences the productivities enhancement in activities such as tailoring, trading food and non food product in small scale. Whereas in rural area, BKD has no influences increase productivity. From the explanations above, it could be described that BKD program service in Purworejo Sub District exactly optimal in efficiency but it is not yet effectively reach the optimal target. Though that is not a big problem, but it is urgent to improve the credit service of BKD, because BKD is a part of Purworejo District policy for rural development as an effort to reduce the gaps between rural and urban development, especially poverty problems in rural area.

Kata Kunci : Badan kerdit desa,Peningkatan pendapatan rumahtangga

  1. S1-2003-122198-abstract.pdf  
  2. S1-2003-122198-bibliography.pdf  
  3. S1-2003-122198-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2003-122198-title.pdf