Laporkan Masalah

ANALISIS KEBUTUHAN KAYU BAKAR PADA INDUSTRI GAMPING (Studi Kasus di Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta )

Donny August Satriayudha Dwi Hatmanto, Ir. Djoko Suharno Radite, M.S.; Ir. Budi Murdawa

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Energi memegang peranan yang vital dalam menggerakkan berbagai aktivitas di bumi ini. Salah satu sumber energi yang paling tua dan paling dikenal oleh manusia adalali kayu. Kayu dapat menghasilkan energi panas melalui proses pembakaran. Kayu yang difungsikan untuk menghasilkan energi dengan cara dibakar untuk mencapai tujuan tertentu disebut kayu bakar. Kayu bakar tennasuk energi yang dapat diperbaharui karena dihasilkan dari tiunbulian ( pohon ), nainun dengan inelihat fenomena-fenomena yang terjadi, bukan tidak mungkin bila suatu hari nanti terjadi kelangkaan kayu bakar. Ada empat tujuan dari penelitian ini. Pertama, mcngetahui besarnya konsumsi kayu bakar untuk keperluan industri pembuatan gamping. Kedua, menemukan persamaan fimgsi yang sesuai ntuk menaksir jumlah kebutulian kayu bakar dan waktu bakar normal dalam industri pembuatan gamping, ketiga adalali untuk menaksir potensi kayu bakar lokal di Kecamatan Nglipar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diperoleh persamaan penaksir kebutuhan waktu bakar (T=8,936368 + 1,878510.G) dan untuk kebutuhan kayu bakar (Y=l,320372 + 0,597189.G + 0,783579.T) . Diketahui kebutuhan kayu bakar dari jenis jati sebanyak 855 m3 setiap bulan, sedangkan potensi lokal jati total yang ada hanya 2.775,26 m3/tahun, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa potensi lokal tegakan jati yang ada di Kecamatan Nglipar, tidak dapat mencukupi kebutuhan industri gamping.

Kata Kunci : Kayu Bakar, Persamaan, Potensi.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf