Sustainable Banking in a Competitive Landscape: ESG Commitments and Stability in Dual Banking Countries
Bimo Saktiawan, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D., CFP., CACP.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Studi
ini meneliti pengaruh skor keberlanjutan ESG terhadap stabilitas bank di
negara-negara dengan sistem perbankan ganda. Menggunakan data dari 19 negara
yang terdiri dari 53 bank syariah dan 113 bank konvensional dari tahun 2016
hingga 2024, penelitian ini menggunakan model fixed effects yang diperkuat dengan Heckman selection dan generalized method of moments (GMM). Penelitian ini menemukan bahwa
pengaruh positif ESG terhadap stabilitas bank hanya terjadi pada bank
konvensional. Hal ini terjadi karena prinsip dan konsep bank syariah tumpang tindih dengan prinsip dan konsep ESG, sehingga dampaknya kurang dapat
dibedakan untuk bank syariah. Lebih lanjut, hasil penelitian mendokumentasikan bahwa
persaingan memainkan peran ganda dalam membentuk hubungan ESG-persaingan-stabilitas
bank. Untuk bank syariah, persaingan meningkatkan dampak positif ESG terhadap stabilitas,
sedangkan untuk bank konvensional, persaingan yang lebih kuat melemahkan efek stabilisasi ESG.
Lebih spesifik lagi, dalam pengujian heterogenitas, efek stabilisasi ESG lebih
kuat di antara bank konvensional di negara-negara dengan sistem keuangan berbasis bank dan
tingkat kebebasan ekonomi yang tinggi, sesuai dengan teori institusional.
Dampak tersebut jauh lebih besar bagi bank konvensional yang memiliki permodalan
kuat dan likuiditas tinggi. Sebaliknya, bank syariah hanya dapat menerima
dampak positif dari ESG ketika sistem keuangan negara tersebut didominasi oleh
perbankan. Pada tingkat pilar, hanya pilar governance yang memperkuat
stabilitas di bank konvensional. Temuan ini menggarisbawahi perlunya para
pembuat kebijakan dan regulator untuk mengembangkan regulasi ESG yang berbeda
untuk bank konvensional dan bank syariah, yang disesuaikan dengan
karakteristik unik dari lingkungan keuangan masing-masing.
This
study examines the effect of ESG sustainability scores on bank stability in
countries with dual banking systems. Using data from 19 countries comprising 53
Islamic and 113 conventional banks from 2016 to 2024, employ fixed-effects
models strengthened with Heckman selection and a generalized method of moments
(GMM). This research finds that the positive effect of ESG on bank stability
only occurs in conventional banks (CB). This occurs because the principles and
concepts of Islamic banks (IB) overlap with those of ESG, making the impact
less distinguishable for IB. Furthermore, the result documented that
competition plays a dual role in shaping the ESG-competition-bank stability
nexus. For IB, competition enhances the positive impact of ESG on stability,
whereas for CB, stronger competition weakens the ESG stabilizing effect. More
specifically, in heterogeneity testing, the stabilizing effect of ESG is
stronger among CB in countries with bank-based financial systems and high
levels of economic freedom, consistent with institutional theory. The effect is
substantially larger for well-capitalized and highly liquid CB. By contrast, IB
can receive positive effects from ESG only when the country’s financial systems
are predominantly bank-based. At the pillar level, solely the governance pillar
strengthens bank stability in CB. These findings underscore the need for
policymakers and regulators to develop differentiated ESG regulations for IB
and CB, tailored to the unique characteristics of their respective financial
environments.
Kata Kunci : Sustainable banking, ESG, competition, market power, Islamic banks