DARI FILOLOGI KE KAJIAN HUMANIORA: BIOGRAFI PEMIKIRAN SITI BAROROH BARIED (1940-AN HINGGA 1980-AN)
Ruliah Sari, Prof. Nur Aini Setiawati Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Sejarah
Siti Baroroh Baried merupakan seorang Filolog terkemuka yang mengembangkan gagasan-gagasan penting terkait pengembangan akademik di Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini berjudul Dari Filologi ke Kajian Humaniora: Biografi Pemikiran Siti Baroroh Baried (1940-an hingga 1980-an). Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis latar belakang dan tradisi keilmuan Siti Baroroh Baried, memahami bagaimana pemikiran filologinya digunakan sebagai metode dalam pengembangan akademik di Universitas Gadjah Mada, serta mengidentifikasi jejak intelektualnya yang relevan dalam pengembangan keilmuan nasional, internasional, dan praktik spiritual. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan sejarah. Sumber yang digunakan terdiri atas arsip Universitas Gadjah Mada, tulisan-tulisan ilmiah karya Siti Baroroh Baried, dokumen pribadi, surat kabar, serta wawancara dengan keluarga dan kolega akademik. Pendekatan yang digunakan adalah biografi pemikiran dengan kerangka analitis yang menempatkan individu sebagai agen intelektual dalam konteks sosial, institusional, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Siti Baroroh Baried terbentuk melalui sintesis antara pendidikan modern, tradisi intelektual Islam, dan pengalaman internasional, khususnya studi di Mesir. Pemikiran filologinya tidak hanya berfungsi sebagai teknik penyuntingan teks, tetapi berkembang menjadi metode analitis untuk membaca dinamika sejarah, kebudayaan, dan Islam Nusantara secara historis dan non-dogmatis. Di lingkungan Universitas Gadjah Mada, filologi dimanfaatkannya sebagai instrumen penguatan humaniora dan pembangunan akademik berbasis riset tekstual yang sistematis. Selain kontribusi akademik, jejak intelektualnya juga tampak dalam praktik pembangunan immaterial melalui internalisasi nilai amar ma’ruf nahi munkar dalam keluarga, organisasi, dan ruang kenegaraan. Dengan pendekatan moderat, dialogis, dan edukatif, Baroroh Baried mengintegrasikan nilai keislaman dengan agenda pembangunan nasional pada masanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Siti Baroroh Baried merupakan agen intelektual yang berperan penting dalam pembangunan humaniora Indonesia melalui integrasi filologi, nilai keislaman, dan kesadaran kebangsaan. Kontribusinya tidak hanya memperkuat tradisi akademik nasional, tetapi juga menempatkan khazanah intelektual Islam dan Nusantara dalam percakapan keilmuan global.
Siti Baroroh Baried was a prominent philologist who developed significant ideas related to academic development at Universitas Gadjah Mada. This thesis, entitled From Philology to Humanities Studies: The Intellectual Biography of Siti Baroroh Baried (1940s–1980s), aims to analyze her intellectual background and scholarly tradition, to examine how her philological thought functioned as a methodological foundation for academic development at Universitas Gadjah Mada, and to identify her intellectual legacy in national and international scholarly contexts as well as in spiritual practice. This research employs the historical method, encompassing topic selection, source collection, source criticism, interpretation, and historical writing. The sources include archival materials from Universitas Gadjah Mada, Baried’s scholarly works, personal documents, newspapers, and interviews with family members and academic colleagues. The study adopts an intellectual biography approach, positioning the individual as an intellectual agent within broader social, institutional, and historical contexts. The findings demonstrate that Baried’s scholarly tradition was shaped by a synthesis of modern education, Islamic intellectual heritage, and international academic experience, particularly her studies in Egypt. Her philological thought extended beyond textual editing techniques and evolved into an analytical method for examining historical, cultural, and Islamic dynamics in the Indonesian archipelago in a historical and non-dogmatic manner. At Universitas Gadjah Mada, she utilized philology as an instrument for strengthening the humanities and promoting systematic text-based academic research. Beyond her academic contributions, her intellectual legacy is also evident in the sphere of immaterial development through the internalization of the principle of amar ma’ruf nahi munkar within the family, organizational life, and the state. Through a moderate, dialogical, and educational approach, Baried integrated Islamic values with the national development agenda of her time. This study concludes that Siti Baroroh Baried was an intellectual agent who played a significant role in the development of Indonesian humanities through the integration of philology, Islamic values, and national consciousness. Her contributions not only strengthened national academic traditions but also positioned Islamic and Nusantara intellectual heritage within global scholarly discourse.
Kata Kunci : Intellectual biography, philology, humanities, immaterial development, Siti Baroroh Baried.