BENCHMARKING FINANCIAL HEALTH: A PEFORMANCE COMPARISON OF INDONESIA’S PUBLICLY LISTED HOSPITALS
BATHARA BHISMA ARBIANTO, Choirunnisa Arifa, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., Ca.
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian
ini menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan empat kelompok rumah sakit
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu Siloam Hospital (SILO), Mitra
Keluarga (MIKA), Hermina (HEAL), dan Mayapada Healthcare (SRAJ) selama periode
2019–2024. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini
berdasarkan laporan keuangan yang telah diauidt mengevaluasi tidak hanya
profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan efisiensi tetapi juga didukung dengan
Analisis DuPont dan benchmarking terhadap rata-rata industri.
Temuan
penelitian menunjukkan bahwa MIKA secara konsisten mencatat posisi keuangan
terkuat, didorong oleh tingkat profitabilitas yang tinggi, efisiensi
operasional, dan struktur leverage yang konservatif. SILO menunjukkan pemulihan
yang solid pascapandemi dengan perbaikan margin dan pemanfaatan aset, meskipun
biaya ekspansi masih memengaruhi tingkat pengembalian. HEAL mencatat
pertumbuhan volume layanan yang kuat, namun menghadapi tekanan margin akibat
tingginya porsi pasien BPJS dan ekspansi jaringan rumah sakit yang
berkelanjutan. SRAJ menunjukkan profil keuangan terlemah, ditandai dengan
leverage tinggi, profitabilitas rendah, dan efisiensi yang menurun.
Perbedaan
margin laba bersih, struktur biaya, intensitas aset, dan strategi permodalan
menjadi faktor utama yang membedakan kinerja keempat rumah sakit tersebut.
Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi manajer rumah sakit, investor,
dan pembuat kebijakan dalam memperkuat keberlanjutan finansial, meningkatkan
alokasi modal, dan mendorong daya saing di sektor layanan kesehatan Indonesia.
This study analyzes and compares the financial performance of Indonesia’s four publicly listed hospital groups: Siloam Hospital (SILO), Mitra Keluarga (MIKA), Hermina (HEAL), and Mayapada Healthcare (SRAJ) over the 2019–2024 period. Using a quantitative descriptive approach, this research based on the audited financial statement not only evaluates its profitability, liquidity, solvency and efficiency but also supported by DuPont Analysis and benchmarking against industry averages.
The findings reveal that MIKA consistently records the strongest financial position, driven by high profitability, efficient operations, and conservative leverage. SILO demonstrates a solid post-pandemic recovery with improving margins and asset utilization, although expansion-related costs still affect returns. HEAL shows strong volume growth but experiences margin pressure due to its large BPJS patient base and ongoing network expansion. SRAJ exhibits the weakest financial profile, characterized by high leverage, low profitability, and declining efficiency.
Across all four hospitals, differences in net profit margin, cost structure, asset intensity, and capital strategy are the primary determinants of performance variation. This research provides valuable insights for hospital managers, investors, and policymakers seeking to strengthen financial sustainability, improve capital allocation, and enhance competitiveness within Indonesia’s healthcare sector.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Industri Rumah Sakit, Analisis Benchmarking, Analisis DuPont