Laporkan Masalah

ANALISIS LANSKAP UNTUK PERENCANAAN KEPARIWISATAAN ALAM Dl TAMAN HUTAN RAYA RADEN SOERYO KAWASAN WISATA WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR

RAGIL KASIANTO NITI PUTRO, Dr. Ir. H. Chafid Fandeli, MS.; Drs. Sunarto, Ms

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Sumberdaya hutan yang menjadi saiah satu tulang punggung perekonomian bangsa saat ini teiah mengalami kerusakan dan hai itu terns berianjut. Kemsakan tersebut terjadi bukan hanya pada hutan produksi akan tetapi juga pada kawasan lindung.Salah satu cara untuk menangguiangi dampak tersebut adaiah poia pengembangan kepariwisataan yang berbasiskan keanekaragaman hayati dan mendukung pengembangan masyarakat lokal yang dikenal sebagai wisata ekologi (ekowisata;ecofouris/77). Dalam usaha pengembangan kepariwisataan maka langka awal yang harus diiakukan adaiah inventarisasi potensi terhadap kawasan yang di maksud. Saiah satu usaha yang dapat diiakukan adaiah dengan melakukan analisis ianskap sehingga diketahui karakteristik serta fungsi Ianskap tersebut. Penelitian ini diiakukan di Taman Hutan “Raya Raden Soeryo”Kawasan Wisata W'onosalam Kabupaten jombang pada bulan April - Mei 2002. Penelitian ini bertujuan (i) menginventarisasi objek dan daya tank wisata serta membuat peniiaian terhadap objek yang ada (2) Untuk membuat zonasi dan menetapkan jenis kegiatan wisata (3) mengetahui persepsi masyarakat sekitar terhadap upaya pengembangan Objek Wisata Air Terjun Tretes ( OWATT). Sampel untuk tumbuhan berkayu dipakai metode plotless sampling technique dengan sistem titik pusat kuadran. Data burung diambil dengan metode frequency of occurrence, dan untuk Ianskap menggunakan metode Bureau Lands of Management, kemudian di evaluasi dengan sekaia semantik. Untuk data masyarakat diiakukan dengan kuesioner Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai indeks diversitas sebesar 0,204 dengan jumlah 9 jenis. Jenis burung yang ditemukan 33 jenis dan diprediksi menjadi 42 jenis. Untuk kenampakan visual Ianskap pada kemiringan > 15% nilai rata-ratanya adaiah 21,3 pada pusat perhatian I, 19,33 untuk pusat perhatian II, 13,34 untuk pusat perhatian III dan 26 untuk pusat perhatian iV. Berdasarkan hasil di atas maka untuk potensi vegetasi masuk pada kategori keanekaragaman rendah - sedang. Sedangkan untuk burung masuk pada kategori keanekaragaman yang tinggi. Demikian juga dengan Ianskap, berdasarkan nilai di atas Ianskap di sekitar OWATT termasuk kualitas sedang - tinggi. Untuk keperluan pariwisata agar tidak terjadi kerusakan maka periu dibuat mintakat/zona berdasarkan jenis vegetasi yang tumbuh atau jenis kegiatan wisata yang dapat diiakukan dengan mempertimbangkan karakteristik komponen Ianskap, terutama bentuk lahan (landform ). Untuk penzonasian pada kawasan OWATT terbagi 2 yaitu : Intensive used zone dan extensive used zone. Untuk tetap menjaga kelestarian hutan maka pengelolaan wisata harus berbasis peiestarian lingkungan dan senantiasa meiibatkan masyarakat setempat.

Kata Kunci : Perencanaan (planning) kepariwisataan aiam

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf