Laporkan Masalah

Bagaimana Pertumbuhan Pembiayaan Hijau Pasca Implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia? Studi Kasus Pada BSI dan Bank CIMB Niaga

Rahmat Arafah, Bapak Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D.,

2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Transformasi sistem keuangan menuju keberlanjutan merupakan agenda strategis global dalam merespons krisis iklim, degradasi lingkungan, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, komitmen tersebut diwujudkan melalui penerbitan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai kerangka klasifikasi aktivitas ekonomi yang mendukung tujuan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pertumbuhan pembiayaan hijau pasca implementasi taksonomi keuangan berkelanjutan Indonesia studi kasus pada Bank Syariah Indoensia dan Bank CIMB Niaga, selama periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan kualitatif metode  kuantitatif terhadap data laporan tahunan dan sustainability report dan analisis kualitatif melalui studi dokumen dan wawancara mendalam dengan manajemen yang membidangi keberlanjutan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca penerapan implementasi TKBI  pertumbuhan tahunan pembiayaan hijau mengalami peningkatan, meskipun dengan pola dan tingkat efektivitas yang berbeda antarbank. Pada BSI, TKBI mendorong perubahan struktural portofolio pembiayaan yang berorientasi pada nilai maqashid syariah dan keberlanjutan jangka panjang, sedangkan pada CIMB Niaga, TKBI lebih berperan sebagai instrumen penguatan skala pembiayaan hijau dan manajemen risiko berbasis ESG. Penelitian ini juga menegaskan bahwa karakteristik bank berkontribusi terhadap efektivitas implementasi TKBI. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan literatur keuangan berkelanjutan di negara berkembang serta memberikan implikasi kebijakan bagi regulator dan industri perbankan dalam mengoptimalkan peran TKBI sebagai instrumen transformasi sistem keuangan hijau di Indonesia.

The transformation of the financial system towards sustainability is a global strategic agenda in response to the climate crisis, environmental degradation, and demands for sustainable development. In Indonesia, this commitment is realised through the issuance of the Indonesian Sustainable Finance Taxonomy (TKBI) by the Financial Services Authority as a framework for classifying economic activities that support sustainability goals. This study aims to analyse the impact of TKBI implementation on the Green Financing Ratio (GFR) and annual growth of green financing in the Indonesian banking sector, with case studies on Bank Syariah Indonesia (BSI) and Bank CIMB Niaga during the period 2022–2024. This study uses a quantitative analysis of annual reports and sustainability reports with qualitative analysis through document studies and in-depth interviews with management in charge of sustainability. 

Research findings indicate that following the implementation of TKBI, the annual growth of green financing experienced an increase, albeit with varying patterns and levels of effectiveness across banks. At BSI, TKBI drove structural changes in the financing portfolio oriented toward maqashid syariah values and long-term sustainability, whereas at CIMB Niaga, TKBI primarily served as an instrument to strengthen the scale of green financing and ESG-based risk management. This study also confirms that bank characteristics contribute to the effectiveness of TKBI implementation. These findings contribute to the development of sustainable finance literature in developing countries and provide policy implications for regulators and the banking industry in optimizing the role of TKBI as an instrument for transforming Indonesia's green financial system.

Kata Kunci : Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia, Pembiayaan Hijau, Keuangan Berkelanjutan, Perbankan.

  1. S2-2026-510891-abstract.pdf  
  2. S2-2026-510891-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-510891-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-510891-title.pdf