Laporkan Masalah

Peran Cognitive Reappraisal terhadap Kepuasan Hidup dengan Gratitude sebagai Mediator pada Emerging Adults

Aisha Rahadian Habiba, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Transisi individu dari tahap remaja hingga dewasa pada usia 18–25 tahun dipenuhi oleh berbagai eksplorasi kehidupan yang kompleks. Data menunjukkan bahwa tingkat kepuasan hidup di Indonesia relatif rendah pada kelompok usia yang hampir selaras dengan rentang usia yang termasuk dalam emerging adults tersebut. Kepuasan hidup merupakan penilaian kognitif yang dilakukan berdasarkan kriteria pribadi tiap individu. Salah satu strategi internal yang berada dalam kontrol individu adalah cognitive reappraisal, yaitu penilaian ulang situasi secara kognitif. Penggunaan cognitive reappraisal telah terbukti dapat meningkatkan emosi positif, seperti gratitude. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran cognitive reappraisal terhadap kepuasan hidup dengan gratitude sebagai mediator pada emerging adults. Partisipan dalam penelitian ini adalah individu berusia 18–25 tahun, Warga Negara Indonesia (WNI), dan domisili di Indonesia. Terdapat 200 partisipan dalam penelitian ini yang mengisi kuesioner secara daring. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Satisfaction With Life Scale (SWLS), Cognitive Reappraisal dalam Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6). Analisis mediasi menunjukkan bahwa gratitude memediasi peran antara cognitive reappraisal terhadap kepuasan hidup secara penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cognitive reappraisal dapat memprediksi tingkat kepuasan hidup secara positif dengan gratitude sebagai mediator pada emerging adults (? = 0,2296, p < 0>Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi emerging adults dalam mengidentifikasi serta menggunakan faktor yang dapat memprediksi peningkatan kepuasan hidup.

The individual transition from adolescence to adulthood between the age of 18 and 25 is filled with various complex life transitions. Data show that life satisfaction levels in Indonesia are relatively low among the age group that nearly aligns with the emerging adults’ age range. Life satisfaction is a cognitive assessment based on each individual’s personal criteria. One of the internal strategies that is within an individual’s control is cognitive reappraisal, which involves cognitively reassessing a situation. The use of cognitive reappraisal has also been shown to increase positive emotions, such as gratitude. This study aims to determine the role of cognitive reappraisal in life satisfaction with gratitude as a mediator in emerging adults. Participants in this study are individuals aged 18-25 years old, Indonesian citizens, and live in Indonesia. There were a total of 200 participants in this study who participated in completing the online questionnaire. The instruments used in this study are the Satisfaction With Life Scale (SWLS), Cognitive Reappraisal of the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), and Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6). Mediation analysis showed that gratitude fully mediated the role of cognitive reappraisal in life satisfaction. The result of the study indicated that cognitive reappraisal can positively predict the level of life satisfaction with gratitude as a mediator in emerging adults (? = 0.2296, p < 0>

This study is expected to serve as a foundation for emerging adults in identifying and utilizing factors that can predict increased life satisfaction.

Kata Kunci : cognitive reappraisal, kepuasan hidup, gratitude, emerging adults, dewasa awal

  1. S1-2026-498504-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498504-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498504-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498504-title.pdf