DAYA RACUN ZAT EKSTRAKTIF KULIT KAYU PUCUNG ( Pangium edule Reinw .) TERHADAP RAYAP KAYU KERING Cryptotermes cynocephalus Light.
LAILA SARI, Dr. lr. Sutjipto A.H, M.S.c.; Oka Karyanto, S.P. M.S.c.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANawet rendah yang tidak dapat dihindari, terutama kayu-kayu yang telah diavvetkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya racun zat ekstraktif kulit kayu pueung yang diekstrak dengan aseton terhadap rayap kayu kering. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu jenis pelarut (aseton, n-heksana, etil eter dan etil asetat) dan konsentrasi ekstraktif (0%; 2,5%; 5,0%; 7,6% dan 10,1%). Masingmasing perlakuan diwakili oleh 3 contoh uji kertas saring yang direndam dalam bahan pengawet selama 24 jam dengan jumlah contoh uji 60. Variabel yang diamati meliputi : mortalitas rayap, penurunan berat contoh uji dan derajat kerusakan contoh uji. Contoh uji yang telah diawetkan dikeringudarakan kemudian diumpankan kepada rayap kayu kering C. cynocephalus . Pengamatan mortalitas dilakukan selama 4 minggu dan penurunan berat contoh uji dihitung pada akhir pengumpanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis pelarut dan konsentrasi ekstraktif berbeda sangat nyata terhadap mortalitas rayap kayu kering dan penurunan berat contoh uji. Zat ekstraktif pada konsentrasi 2,5% cukup efektif untuk mencegah serangan rayap kayu kering dengan mortalitas sebesar 92,17%. Penggunaan ekstraktif kulit kayu pueung dalam pelarut n-heksana 10,1% cukup efektif menghambat serangan rayap kayu kering pada contoh uji dengan penurunan berat 5,16%.
Kata Kunci : Zat ekstraktif, kulit kayu pueung, rayap kayu kering