Laporkan Masalah

STUDI KESESUAIAN LAHAN SEKITAR DANAU KERINCI UNTUK PARIWISATA ALAM (Studi Kasus Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi)

HELFINA, Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS; Drs. Sunarto, MS

2003 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pengembangan pariwisata alam suatu wilayah bergantung pada potensi internal kawasan yaitu potensi lahan, potensi alam dan potensi budaya. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui potensi kawasan dan kesesuaian lahan untuk pengembangan kegiatan wisata alam dan (2) menentukan arahan pengembangan kegiatan wisata dan arahan pengembangan pariwisata alam. Jenis data dibagi dua yaitu (l)data sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi berupa data flora, fauna dan sosial budaya (2) data primer yaitu data yang diperoleh dari pengukuran di lapangan berupa data potensi lanskap yang menggunakan metode Leopold dikembangkan oleh Bureau of Land Management terhadap kualitas visual lanskap. Kesesuaian lahan menggunakan kriteria Montgomery and Edminster dengan overlay peta tematik untuk menentukan jenis kegiatan wisata. Pengunjung menggunakan kuesioner metode Accidental sampling dengan tingkat ketelitian sampel 10%. Potensi lanskap dianalisis menggunakan kriteria tingkat kualitas visual lanskap. flora dan fauna dianalisis secara deskriptif terhadap keragaman jenis, keunikan, dan kelangkaan. Matching terhadap satuan unit lahan dilakukan untuk menentukan jenis kegiatan wisata meliputi (1) lahan untuk area berkemah (2) lahan untuk area bermain (3) lahan untuk bangunan di area rekreasi dan (4) lahan untuk area piknik dan pengunjung dianalisis secara deskriptif kualitatif dari hasil kuesioner. Kondisi sosial budaya menggunakan analisis deskriptif meliputi adat istiadat, kesenian tradisional dan kehidupan tradisional masyarakat.Arahan pengembangan kegiatan wisata dianalisis secara deskriptif berdasarkan kesesuaian lahan dan arahan pengembangan pariwisata alam menggunakan analisis SWOT. Arahan pengembangan kegiatan wisata di Kawasan Wisata Danau Kerinci adalah pengembangan kegiatan memancing, berenang, berperahu, bersantai, bermain, berkemah, bersepeda santai dan beijalan santai. Program teknis dalam bentuk (1) pemberdayaan masyarakat (2) penataan obyek wisata dan (3) kegiatan penghijauan. Arahan pengembangan pariwisata alam meliputi (1) pengembangan sarana dan prasarana (2) pelestarian lingkungan (3) promosi dan pemasaran pariwisata dan (4) pengembangan sumberdaya manusia.

The development of a nature preserve for the purpose of nature tourism is based on the internal potentials of the site, which are the land potential, nature potential, and the cultural potentials. This research is conducted to (1) determine the potential of the site and the land suitability for the development of nature tourism activities. (2) To establish a line towards the nature tourism activity development. The forms of data are devided into 2, which are (1) secondary data, compiled from different institutions consisting of flora, fauna and social culture, (2) primary data, compiled from research conducted directly in the field consisting of landscape potentials using the leopold method, adapted from the Bureau of land management toward the visual quality of landscape. The land suitability was based on the Montgomery and Edminister criteria using an over layed thematic map to determine kinds or types of tourist activities. Samples of tourists are conducted using Accidental sampling method with a 10%score of occurance or accuracy. The landscape potentials were analized based on the score of the criteria. Flora and fauna were analized descriptively toward the diversity of the species, the uniqueness and scarcity. The matching process toward each land unit sample was conducted to determine types of tourism activities, as folllow; (1) camping area (2) playground area (3) recreational buildings (4) picnic area. The tourist were analized through descriptive qualitative from questionnaire result. The social condition consisting of ethical believes, traditional art and the way of living, was analized descriptively. The form of the tourism activity development based on the land suitability was determined using a descriptive analizes whiles the form of nature tourism development is determined by SWOT. The leading line toward the development of tourism activities in the lake Kerinci surrounding are the follows, fishing, swimming, boating, relaxation, camping, playing, biking, walking, including a Technical program of (1) community based labor (2) arrangement of tourist site and (3) Greenary activities. And the leading line toward the development of nature tourism consists of ( l)facility and utilization development (2) the sustainability of the environment (3) promotion and marketing and (4) human resource development

Kata Kunci : Pariwisata alam, Pengembangan pariwisata alam

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf