Penggunaan citra landsat TM Dan sistem informasi geografis untuk evaluasi kemampuan lahan dan pengembangan wisata diwilayah pantai kabupaten Sukabumi
Oki Hadian Hadadi, Dr. Hartono, DESS.; Drs. Nurul Khakhim, M.Si.
2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan menerapkan teknik interpretasi citra Landsat TM komposit 451 untuk menyadap informasi karakteristik lahan dan menguji kemampuannya untuk mendukung pariwisata pantai dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini dilakukan di daerah pesisir Kabupaten Sukabumi dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 117 km dan mencakup 2 Kawasan Wisata, yaitu Kawasan Wisata Palabuhanratu dan Kawasan Wisata Ujunggenteng Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah interpretasi baik secara digital maupun visual yang dipadukan dengan SIG. Pengolahan data untuk menentukan kelas kemampuan lahan dengan metode pengharkatan (scoring). Data yang disadap dari citra Landsat TM komposit 451 adalah: Bentuklahan, penggunaan lahan, sebaran kelembaban tanah. Data mengenai kemiringan lereng, jaringan jalan, dan ketersediaan air disadap dari sumber data sekunder yaitu peta-peta yang sudah ada. Semua data yang telah disadap merupakan data masukan dalam pengolahan dan dianalisis dengan SIG. Citra Landsat TM komposit 451 mempunyai kemampuan yang baik dalam menyajikan variabel-variabel yang dibutuhkan untuk evaluasi kemampuan lahan dalam mengembangkan pariwisata pantai di daerah penelitian. Ketelitian interpretasi bentuklahan sebesar 90,5%, interpretasi penggunaan lahan sebesar 88,1%, dan interpretasi kerawanan banjir sebesar 85,7%. Teknik interpretasi penginderaan jauh yang dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis mampu mempercepat proses manajemen data dibandingkan dilakukan secara manual. Hasil akhir penelitian ini adalah Peta Kemampuan Lahan untuk Pariwisata Daerah Pesisir Kabupaten Sukabumi. Penentuan kemampuan lahan untuk wisata pantai ini dengan cara tumpangsusun peta bentuklahan, peta penggunaan lahan, peta kerawanan banjir, peta ketersediaan air, peta jaringan jalan, dan peta kemiringan lereng. Dari peta kemampuan lahan tersebut diketahui bahwa Pantai Pangumbahan memiliki kemampuan lahan kelas I, Pantai Karanghawu, Pantai Cimaja, dan Pantai Ujunggenteng memiliki kelas kemampuan lahan II, Pantai Citepus memiliki kemampuan lahan kelas III, Pantai Cibangban dan Pantai Minjaya memiliki kelas kemampuan lahan IV. Adapun untuk prioritas pengembangan kawasan wisata adalah Kawasan Wisata Palabuhanratu karena secara umum kawasan wisata ini memiliki nilai yang tinggi sehingga layak untuk dikembangkan lebih dulu.
This research aimed to apply the technique of interpretation Landsat TM 451 composite image to extract the information of land characteristic and test its ability to support the coastal tourism by using Geographical Information System (GIS). This research take place along coastal area of Sukabumi Regency which has coastline about 117 kms long, and include 2 tourism areas which are Palabuhanratu tourism area and Ujunggenteng tourism area. The method applied in this research is digital and visual interpretation and combined with GIS. Data processing determine the classs of land ability with the scoring method. Datas that extracted from Landsat TM 451 composite image are: landform, landuse, and soil moisture. Data of slope, accesibility level, and availability of water got from source of secondary data which are existing thematic maps. All datas have been tapped are provided as the input data in the processing and analysed by GIS. Landsat TM 451 composit image has good ability in presenting variables required to evaluate the land ability for developing coastal tourism in the research area. Accuracy of Interpretation of lanform equal to 90.5%, interpretation of landuse equal to 88.1%, and interpretation of floods crisis equal to 85.7%. Remote sencing's technique of Interpretation combined with GIS able to quicken the management process of data rather than to be done in manual. The final result of this research is a Map of Land Ability for the Tourism of Seaboard Sukabumi Regency. Determination of land ability for the coastal tourism conducted by overlaying of landform map, lanuse map, floods crisis map, water availability map, accesibility level map, and slope map. From the land ability map known that Pangumbahan coast has the class I of land ability, Karanghawu coast, Cimaja coast, and Ujunggenteng coast has the classs II of land ability, Citepus coast has the classs III of land ability, Cibangban coast and Minajaya coast has the classs IV of land ability. It is recommended that the priority for developing tourism area is Palabuhanratu tourism area because in general this tourism area has the high value competent so that should be developed in prior.
Kata Kunci : Pengembangan wisata,Citra landsat TM, sistem informasi geografis,evaluasi kemampuan lahan