Tinjauan geografi ekonomi usaha tani salak di kecamatan Turi kabupaten sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Obed Bulu Bora, Drs. St. M. Tohardi; Dra. Kistini, M.S.
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini memilih judul tinjauan geografi ekonomi usaha tani salak di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan daerah penelitian didasarkan atas pertimbangan bahwa Kecamatan Turi merupakan daerah yang mempunyai areal tanaman salak terluas, sekaligus penghasil salak terbesar di antara 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman. Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1) Perbedaan produksi salak di lahan sawah dan lahan kering berdasarkan perbedaan lokasi tinggi tempat antara lokasi pada ketinggian 500 meter ke bawah dengan lokasi pada keting-gian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. 2) Perbedaan produksi salak di lahan kering yang berpengairan dan yang tidak berpengairan berdasarkan perbedaan lokasi tinggi tempat antara lokasi pada ketinggian 500 meter ke bawah dengan lokasi pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. 3) Besarnya pendapatan dari hasil usaha tani salak dan sumbangannya terhadap pemenuhan kebutuhan 9 bahan pokok keluarga petani. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan ekologi dengan metode survei untuk memperoleh data sosial ekonomi. Responden yang diwawancarai adalah kepala keluarga petani yang mengusahakan tanaman salak di lahan sawah dan di lahan kering pada lokasi yang berbeda ketinggiannya. Data yang dikumpulkan meliputi data sekunder dan data primer yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Penentuan jumlah responden dilakukan secara proporsional sesuai dengan jumlah populasi dan pengambilan sampel di-lakukan secara acak berimbang sederhana. Analisis data yang digunakan adalah dengan tabel frekuensi dan tabel silang serta uji statistik dengan metode Kai Kuadrat. Hasil penelitian: 1) Ada perbedaan rata-rata produksi salak tiap pohon per tahun di lahan sawah dan di lahan kering berdasarkan perbedaan lokasi tinggi tempat antara lokasi pada ketinggian 500 meter ke bawah dengan lokasi pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pengaruhnya signifikan pada tingkat signifikansi 5% dengan derajat kebebasan = 2. Rata-rata produksi salak tiap pohon per tahun pada lokasi ketinggian 500 meter ke bawah di atas permukaan laut baik di lahan sawah maupun di lahan kering, lebih tinggi bila dibandingkan pada ke-tinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. 2) Ada perbedaan rata-rata produksi salak tiap pohon per tahun di lahan kering yang berpengairan dan yang tidak berpengairan baik antara lokasi pada ketinggian 500 meter ke bawah dengan lokasi ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Rata-rata produksi salak tiap pohon per tahun di lahan kering yang berpengairan dan yang tidak berpengairan pada ketinggian 500 meter ke bawah di atas permukaan laut, lebih tinggi bila dibandingkan dengan lokasi pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. 3) Dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi 9 bahan pokok keluarga petani, ternyata sumbangan pendapatan dari hasil usaha tani lak terdapat 87% kepala keluarga petani dapat terpenuhi kebutuhan konsumsi 9 bahan pokok.
-
Kata Kunci : Geografi ekonomi,Usaha tani salak