Perbedaan Kadar Kortisol dalam Saliva Pada Anak Stunting dengan Karies dan Anak Tidak Stunting Bebas Karies di Kabupaten Bantul.
Aqilla Thasani Wibowo, drg. Trianna Wahyu Utami, MD. Sc., Ph.D. (;) Bekti Nur'aini, S.Kp.G., M.P.H.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI
Karies gigi merupakan masalah kesehatan rongga mulut yang umum terjadi pada anak usia dini dan dapat dipengaruhi oleh kondisi gizi serta respon stres tubuh. Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang dapat mempengaruhi aktivasi sumbu Hypothalamus-Pituitary-Adrenal (HPA axis) untuk merespon stres dalam tubuh dan dapat meningkatkan sekresi kortisol dalam saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kortisol dalam saliva pada anak stunting dengan karies dan anak tidak stunting bebas karies di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah enam anak usia 3-5 tahun, yang terdiri dari tiga anak stunting dengan karies dan tiga anak tidak stunting bebas karies. Pengukuran kadar relatif kortisol menggunakan metode Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS). Analisis hasil data menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji Levene’s test, dan uji Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok anak stunting dengan karies memiliki nilai rerata luas area kortisol lebih rendah 0,1633±0,045092 sedangkan kelompok anak tidak stunting bebas karies 0,350±0,371618. Hasil uji Independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,436). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik, kadar relatif kortisol yang lebih rendah pada anak stunting dengan karies dapat mengindikasikan adanya respon adaptif sistem stres tubuh terhadap paparan stres kronik.
Dental caries is a common oral health problem in early childhood and can be influenced by nutrional status and the body stress response. Stunting may alter the activity of the Hypothalamic-Pituary-Adrenal (HPA) axis, which regulates cortisol, including in saliva. This study aimed to determine salivary cortisol levels in stunting children with caries and non-stunting children without caries in Bantul Regency. This study used a cross-sectional design with a sample of six children aged 3 5 years: three stunted children with caries and three non-stunted children without caries. Relative cortisol levels were measured using Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS). Data were analyzed using the Shapiro Wilk tes, Levene’s test, and Independent t-test. The results showed that the group of stunting children with caries had a lower mean cortisol area value of 0,1633±0,045092 while the group of non-stunting children free of caries had a mean value of 0,350±0,371618. The results of the Independent t-test showed no significant difference between the two groups (p = 0,436). This finding indicates that although there is no statistically significant difference, the lower relative cortisol levels in stunting children with caries may indicate an adaptive response of the body's stress system to chronic stress exposure.
Kata Kunci : stunting, karies, kadar kortisol saliva.