PEMETAAN LAHAN YANG SESUAI UNTUK HABITAT KIJANG ( Muntiacus muntjak) DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) (Studi Kasus di sekitar Stasiun Penelitian Hutan (SPH) Lalut Birai Taman Nasional Kayan Mentarang Provinsi Kalimantan Timur)
Kurniadi Suherman, Dr. Ir. Djuwantoko, M.Sc.; Dr. Ir. Zainuddin Fanani M.Sc.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANIndonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan mengagumkan. Salah satunya adalah keanekaragaman satwa yang tersebar diberbagai tipe habitat yang harus dijaga sehingga tetap lestari Sebagai perwujudannya adalah dengan ditunjuknyakawasankawasan tertentu sebagai kawasan konservasi, salah satunya adalah Taman Nasional Kayan mentarang yang berada di Kabupaten malinau dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Untuk mewujudkan fungsi konservasi tersebut dilakukan berbagai kegiatan penelitian. Salah satunya adalah pemetaan lahan yang sesuai untuk habitat kijang dengan menggunakan sistem mformasi geografi (SIG) disekitar Stasiun Penelitian Hutan (SPH) Lalut Birai , Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) untuk mengetahui dan mempelajari lahan yang diperlukan untuk habitat kijang dan memetakan lahan yang sesuai untuk habitat kijang. Manfaat penelitian ini adalah sebagai salah satu studi penerapan SIG untuk pengelolaan satwaliar dan sebagai masukan bagi perencana, pelaksana dan instansi yang terkait dalam pengelolaan satwaliar khususnya kijang (Muntiacus muntjak). Metode yang digunakan adalah metode evaluasi lahan dari FAO (1976) dengan menggunakan skoring perbandingan antara karakteristik lahan dengan persyaratan lahan habitat kijang. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan peta penggunaan lahan, peta kelas jarak terhadap sumber air minum, peta kelas jarak terhadap sumber garam/mmeral untuk kemudian ditumpangsusunkan untuk membuat unit lahan yang memiliki karakteristik lahan yang homogen. Pengamatan lapangan dilakukan untuk melengkapi data-data ayang tidak terekan oleh peta. Kemudian melakukan evaluasi lahan untuk kesesuaian lahan habitat kijang (Muntiacus muntjak). Berdasarkan hasil penelitian terdapat 118 unit lahan yang memiliki karakteristik yang sama.Klasifikasi kesesuaian lahan menunjukan bahwa disekitar SPH Lalut Birai TNKM terdapat lima kelas kesesuaian dari area penelitian seluas 22006,85 Ha. Kelas lahan sangat sesuai seluas 14542,21 Ha atau 66,08 % dari luas total area penelitian, kelas lahan cukup sesuai seluas 6184,03 Ha atau 28,11 % dari luas area penelitian, kelas sesuai marginal seluas 1203,92 Ha atau 5.47 % dari luas area penelitian, kelas tidak sesuai seluas 69,53 Ha atau 0,32 % dari luas area penelitian dan kelas tidak sesuai permanen seluas 6,16 ha atau 0,03 % dari luas area penelitian. Parameter yang paling berpengaruh dalam habitat kijang adalah penggunaan lahan karena penggunaan lahan ini memberikan nformasi utama untuk habitat kijang yaitu pakan, ruang geraj dan pelindung. Tapi bukan berarti informasi lain seperti kelas lereng, kelas jarak terhadap sumber air minum dan kelas jarak terhadap sumber garam/mmeral tidak penting.
Kata Kunci : SIG, lahan, habitat