Potensi Pembangunan Jembatan Batam-Bintan terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Bintan Kepulauan Riau dengan Metode Analytic Hierarchy Process
Ditya Juniarty, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc. ; Novat Pugo Sambodo, S.E., MIDEC., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah merupakan strategi penting dalam meningkatkan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan. Pembangunan Jembatan Batam–Bintan sebagai Proyek Strategis Nasional diharapkan mampu mengintegrasikan Pulau Batam sebagai pusat industri dengan Pulau Bintan yang memiliki potensi pariwisata dan sumber daya alam. Namun demikian, proyek ini juga berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif pembangunan Jembatan Batam–Bintan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Bintan serta menentukan prioritas dampak tersebut berdasarkan persepsi pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam melalui 10 informan dan kuesioner yang dianalisis menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap 40 responden dari empat kelompok pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jembatan dipersepsikan lebih dominan memberikan manfaat berupa peningkatan aksesibilitas dan mobilitas, efisiensi logistik, pertumbuhan UMKM, serta peluang investasi. Namun, terdapat potensi risiko berupa peningkatan kriminalitas lintas wilayah, penurunan daya saing usaha lokal, dan ketimpangan sosial ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan pengendalian dan pemerataan menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
The development of interregional connecting infrastructure is an important strategy for enhancing connectivity, economic growth, and community welfare, particularly in archipelagic regions. The construction of the Batam–Bintan Bridge as a National Strategic Project is expected to integrate Batam Island as an industrial hub with Bintan Island, which has strong potential in tourism and natural resources. Nevertheless, this project may also generate diverse social and economic impacts. This study aims to identify the positive and negative impacts of the Batam–Bintan Bridge development on the social and economic conditions of the Bintan Regency community and to determine the priority of these impacts based on stakeholder perceptions. The study employs a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. Data were collected through in-depth interviews with 10 informants and questionnaires analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) involving 40 respondents from four stakeholder groups. The results indicate that the bridge development is perceived to predominantly generate benefits in the form of improved accessibility and mobility, logistics efficiency, MSME growth, and investment opportunities. However, potential risks include increased interregional crime, declining competitiveness of lokal businesses, and socio-economic disparities. Therefore, regulatory control and equitable development policies are key to ensuring sustainable development.
Kata Kunci : Pembangunan Infrastruktur, Dampak Sosial Ekonomi, Konektivitas Wilayah, Analytic Hierarchy Process.