Pengaruh pelatihan guru Sekolah Dasar (UKS) terhadap penemuan kasus malaria di Kabupaten OKU
HUSIN, Nurhasanah, dr. Ahmad Asmedi, SpS.,M.Kes
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinisPenyakit malaria adalah suatu penyakit mellnular yang disebabkan oleh plasmodium Sp. Dan ditularkan melalui nyamuk Anopheles. Penyakit malaria menyerang semua golongan umur, baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit malaria berpengaruh terhadap terjadinya peningkatan mortalitas, sedangkan bila menyerang orang dewasa penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas. Di Indonesia malaria masih merupakan maslah kesehatan masyaarakat pada umumnya dan di Sumatera pada khususnya. Angka kesakitan malaria di Sumatera Selatan dinyatakan dalam Annual Malaria Incidence (AMI) pada tahun 1995, 1996, 1997, 1998, 1999 dan tahun 2000 berturut-turut adalah 17%o, 16%o, 19%o, 225o, 19%o, dan 215o (Profil kesehatan Provinsi Sumatera Selatan 2000). Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kasus malaria di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang dinyatakan dalam Annual Malaria Incidence (AMI) tahun 1995 sebesar 18,53% pada tahun 1996 menurun menjadi 16,89%, selanjutnya pada tahun 1997 menurun lagi menjadi 14,15%, pada tahun 1999 menjadi 17,41% dan pada tahun 2000 meningkat sebesar 20,04% (Dinkes, OKU 2000). Berdasarkan pola penyakit penderita di Puskesmas, penyakit malaria klinis masih menempati urutan kedua dengan angka 25,30%. Pada kegiatan malaria metrik Survey tahun 1999 yang dilaksanakan dienam kecamatan, di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu, di kecamatan Baturaja Barat, Baturaja Timur, Simpang, Martapura, Belitung, dan Buang Madang didapat angka Pasasita Rate (PR) sebesar 28%, dan angka Slide Positive Rate (SPR) 26, 79% (Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu, 2000). Dari data tersebut diatas Kabupaten OKU merupakan daerah endemis malaria. Oleh karena itu berbagai usaha dari program malaria untuk memberantas penyakit malaria khususnya di Kabupaten OKU. Mengingat masih tinggi angka Annual Malaria Incidence (AMI) kurangnya tenaga kesehatan terutama pada program pemberantasan malaria untuk penemuan kasus dan peran serta masyarakat masih rendah, sedangkan kader kesehatan masih terfokus pada kegiatan Posyandu saja. Oleh karen aitu pemilihan guru UKS adalah salah satu alternatif cara untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan penemuan kasus malaria. Disain penelitian ini adalah Quasy Experimental untuk menguji pengaruh pelatihan guru UKS terhadap penemuan kasus malaria di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Penelitian dilakukan di dua kecamatan yaitu di Kecamatan Muara Dua dan kecamatan Simpang. Subyek penelitian guru UKS berumur 25-50 tahun yang terdiri dari 25 guru UKS untuk daerah intervensi dan 25 guru UKS untuk daerah kontrol. Guru UKS didaerah intervensi diberikan pre dan post test sebelum pelatihan, guru UKS di daerah kontrol hanya diberikan leaflets. Metode pelatihan dengan seramah, diskusi kelompok, studi kasus dan pratikum pengambilan darah tapi lama-lama pelatihan dan kami dengan fasilitator dokter Puskesmas, tenaga kesehatan yang terampil dalam pelatihan malaria dan peneliti. Pemeriksaan petepatan malaria dengan pemriksaan mikroskopis. Analisis data menggunakan uji period t-test. Analisi data univariat, bivariat dengan uji paired t-test independent t-test dan multivariate. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara daerah perlakuan dan kontrol dengan p<0,000 dengan 95% (1;(4,896-89, 153), artinya bahwa daerah yang dilakukan pelatihan terhadap guru UKS rata-rata dapat menemukan kasus dengan slide positif OR sebesar 20,893 kali dari pada guru yang tidak dilatih. Diharapkan dimasa mendatang kerjasama lintas sektoral sangat diperlukan serta berkesenambungan agar program UKS di sekolah-sekolah dasar dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien terutama program pemberantasan malaria pada anak-anak sekolah dasar sedini mungkin diketahui serta dapat diberikan penanggulangan dan pengobatannya, sehingga angka kesakitan penyakit malaria pada anak sekolah dan masyarakat dapat diturunkan.
Malaria is a communicable disease caused by Plasmodium sp. It is spread to humans by infected Anopheles Mosquitoes. Malaria can be contracted by all ages, males and females a like. Malaria has a significant role in mortality rate, and since it effects adults, it has been known to decrease productivity as well. In Indonesia malaria is still major public health problem. It is particularly so in South Sumatera, where the AMI (Annual Malaria Incidence) rates from the year 1995 to 2000 were 17%, 16%, 22%, 19% and 21% consecutively. This study was conducted in two sub districts, i.e., Muaradua and Simpang. The Study design was a quasi experiment to assess the effect of training UKS (School Health Program) elementary-school teachers on the number of malaria cases detected by them. The research subjects were UKS elementary school teachers ages 25-50 years, 25 teachers were given intervention while 25 others were the control group. The intervention was training on malaria subject, with a pre- and post-training test to assess the subjects’ knowledge. The methods used were seminars, group discussion, case studies, and a practice in periphery blood drawing. The training lasted for 6 days, facilitated by Puskesmas doctors, researchers from the central level, and other health providers who were skilled and experienced in conducting malaria training. Blood smears were read using microscopes and results were cross-checked with the provincial laboratory. Mean while, teachers in the control group were given leaflets about malaria. Data were analyzed using paired-test, independent and multivariate test. Result showed that there was a significant different (p<0.000) between intervention and control group, i.e., trained teachers were 20.893 times more likely to detect malaria cases with positive slide (95% CI:4.896-89.153) than the untrained teachers. A multi-sectional good and continuous collaboration is needed to control malaria problem. School Health Program (UKS) should include an effective and efficient malaria control effort so that malaria cases among elementary school children can be detected as early possible and be treated accordingly. This will ultimately decrease the malaria morbidity rates among school children, as ell as in the general community.
Kata Kunci : Epidemiologi Klinis,Malaria,Pelatihan UKS Guru SD, training, malaria, and communicable disease