Potensi pulau-pulau kecil untuk pengembangan pariwisata pedesaan
Oktriyanto, Prof. Dr. Suratman, M.Sc.; Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.
2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan merupakan dua pulau terluas diantara pulau-pulau kecil yang menjadi bagian dari Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah. Selain terluas kedua pulau ini juga di huni oleh penduduk. Kedua pulau ini memiliki objek dan atraksi wisata yang cukup beragam. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat arahan pengembangan pariwisata pedesaan dalam rangka mewujudkan pembangunan pariwisata berbasis komunitas (community based tourism) berdasarkan potensi fisik, budaya, flora dan fauna, sarana prasarana, sosial ekonomi masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap potensi wilayahnya. Identifikasi potensi wisata pedesaan menggunakan metode survey dilengkapi dengan wawancara terstruktur, indepth interview dan observasi. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis klasifikasi, analisis SWOT, dan analisis tabel frekuensi. Pemilihan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pada penelitian ini menghasilkan sebaran dan identifikasi objek wisata Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan, deskripsi persepsi masyarakat atas perkembangan pariwisata di wilayahnya, dan rumusan alternatif pengembangan wisata pedesaan di masing-masing pedesaan di kedua pulau tersebut. Pengukuran potensi objek yang mengacu pada kriteria P4N UGM dan dikombinasikan dengan teknik penilaian dari Wahyudie (2000), diperoleh hasil bahwa Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan termasuk dalam klasifikasi tinggi atau sangat potensial untuk dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas merupakan faktor kendala yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata di Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Selain aksesibilitas, kondisi sarana prasarana yang lain harus segera dibenahi. Hal ini akan berdampak pada rasa keamanan dan kenyamanan wisatawan sehingga betah tinggal dalam berwisata dan memiliki hasrat berkunjung kembali setelah meninggalkan tempat wisata tersebut. Inventarisasi potensi perlu untuk terus dilakukan secara berkesinambungan. Sebagai usaha pengembangan pariwisata, para pembuat kebijakan (stakeholder) dan pemerintah terkait harus mengajak aktif masyarakat dalam pengemasan produk wisata dengan tetap memperhatikan rambu-rambu konservasi dan sistem zonasi yang ada.
Karimunjawa and Kemujan Islands are the two widest island among small islands forming Karimunjawa archipelago at Jepara District, Central Java Province. Besides the two are widest, they are also occupied by human. Both islands have enough varied tourism objects and attractions. The aim of the research is to make guidance for rural tourism development to create community-based tourism establishment based on physical, culture, flora and fauna, people's social economic potential and local community's perception to their territory's potential. Identification of tourism potential in villages uses survey method added by structured interview (questionnaire), in-depth interview and observation. Technique of analysis used is classification analysis, SWOT analysis, and table frequency analysis, while the method used in determining sample area is purposive sampling method. This research yielded spreading and identification of tourism objects on Karimunjawa and Kemujan Islands, description the responses of society to the development of tourism in their area, and alternative propose rural tourism development in each village on both islands. Measurement of object potential is based on P4N UGM criteria and is combined with assessment technique from Wahyudie (2000) resulting the fact that Karimunjawa and Kemujan Islands are among high classification, and very potential to be developed. Result of the research reveals that accessibility is the main obstacle in developing tourism in Karimunjawa and Kemujan Islands. Besides, other factors are also in need of maintenance. These factors will result in tourists feeling secure and comfort so they will stay longer and have a willing to return after visiting. Sustainable inventory of potentials is needed. As an effort of tourism development, the stakeholder and related government should actively invite people in packing tourism products without ignoring the existing conservation codes and zoning system.
Kata Kunci : pulau-pulau kecil, pengembangan, pariwisata pedesaan partisipasi masyarakat,small islands – development - rural tourism - community participatory