Laporkan Masalah

Hubungan Antara Pengetahuan dengan Sikap Terkait Penanganan Kegawatdaruratan Dental pada Kondisi Henti Jantung (Kajian pada Mahasiswa Tingkat Sarjana FKG UGM)

Intan Putri Yudanti, Prayudha Benni Setiawan, S.Kp.G., MPH. ; Christia Aye Waindy Vega, S.Kp.G., MDSc.

2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Kegawatdaruratan medis merupakan suatu keadaan yang tiba-tiba dan membutuhkan perawatan segera untuk menyelamatkan nyawa pasien atau mencegah terjadinya kecacatan pada pasien atau mengurangi rasa sakit yang dialami pasien. Henti jantung merupakan kondisi hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba yang menyebabkan berhentinya aliran darah ke seluruh organ, sehingga kondisi perfusi dan metabolisme dari organ yang mendukung fungsi masing-masing akan turut hilang. Kondisi kegawatdaruratan medis yang tidak ditangani dengan tepat mampu menyebabkan bahaya hingga mengancam nyawa pasien. 

Manajemen kegawatdaruratan medis dianggap sebagai suatu keterampilan yang diperlukan untuk semua tenaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan sikap terkait kegawatdaruratan dental pada kondisi henti jantung pada mahasiswa tingkat sarjana FKG UGM.

Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang melibatkan 180 orang yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari 2 program studi yakni Higiene Gigi dan Kedokteran Gigi. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner pengetahuan (20 pertanyaan) dan sikap (6 pertanyaan) terkait penanganan kegawatdaruratan henti jantung. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square, uji Kendall’s Tau.

Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap terkait penanganan kegawatdaruratan pada kondisi henti jantung (p=0,003, r=0,224). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara pengetahuan dengan sikap mahasiswa FKG UGM terkait penanganan kegawatdaruratan dental pada kondisi henti jantung, sehingga semakin baik tingkat pengetahuan maka semakin baik pula sikapnya.

A medical emergency is a sudden condition that requires immediate care to save a patient's life, prevent disability, or reduce the patient's pain. Cardiac arrest is a condition where the heart suddenly loses its function, causing blood flow to all organs to stop. This leads to a loss of perfusion and metabolism in the organs that support their respective functions. Medical emergencies that are not handled properly can cause harm and even threaten the patient's life. Medical emergency management is considered a necessary skill for all dental healthcare professionals. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge and attitudes regarding dental emergencies in cardiac arrest among undergraduate students at the Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada. 

This study uses a cross-sectional study design involving 180 undergraduate students from the Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada, enroll in two study programs: Dental Hygiene and Dentistry. Data were collected using structured, self-administered questionnaires assessing knowledge (20 questions) and attitude (6 questions) regarding the management of cardiac arrest emergencies. Statistical analysis was conducted using the Chi-square test and Kendall's Tau test.  

The results of the bivariate analysis showed a correlation between knowledge and attitudes toward emergency management in cardiac arrest conditions (p=0.003, r=0,224). The conclusion of this study is that there is a positive correlation between knowledge and attitudes of UGM Faculty of Dentistry students regarding the management of dental emergencies in cardiac arrest conditions, so the better the level of knowledge, the better the attitude.

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kegawatdaruratan dental, Henti jantung

  1. S1-2026-445349-abstract.pdf  
  2. S1-2026-445349-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-445349-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-445349-title.pdf