Laporkan Masalah

Intervensi edukasi untuk menurunkan penggunaan antibiotika pada penanganan penderita infeksi saluran pernapasan akut oleh paramedis di Puskesmas

DEBATARADJA, Faroland Dedy Koswara, dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc.,Ph.D

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinis

Latar Belakang: Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang sebagian besar (90%) disebabkan oleh infeksi virus yang tidak membutuhkan antibiotika dalam penanganannya. Lebih dari 50% penderita ISPA ternyata mendapat antibiotika dalam penanganan yang dilakukan oleh paramedis dipuskesmas sehingga penggunaan antibiotika pada ISPA menjadi tidak rasional. Untuk meningkatkan penggunaan antibiotika yang tepat telah banyak dilakukan upaya – upaya. Pemberian edukasi dan umpan balik diharapkan dapat memberikan motivasi untuk menurunkan penggunaan antibiotika dalam penanganan ISPA. Tujuan: untuk menurunkan penggunaan antibiotika oleh paramedis dalam penanganan ISPA dipuskesmas dengan memberikan intervensi edukasi dan umpan balik. Metode. Rancangan penelitian bersifat quasi eksperimen dengan rancangan pre – post dengan kelompok kontrol. Materi intervensi edukasi yang diberikan adalah penggunaan obat yang rasional, penggunaan obat yang tidak rasional dan dampak penggunaan obat yang tidak rasional serta pedoman pengobatan ISPA. Setelah intervensi edukasi dilakukan 2 kali pemberian umpan balik dengan interval satu bulan. Tempat. Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupten Kepahyang propinsi Bengkulu. Hasil penelitian. 50% partisipan berpendidikan bidan dengan rerata masa kerja 14,02 ± 5,74 tahun pada kelompok intervensi dan 14,94 ± 5,70 tahun pada kelompok kontrol. Wanita berjumlah 72,7% pada kelompok intervensi dan 78,9% pada kelompok kontrol. Karakteristik kedua kelompok tidak berbeda bermakna. Data awal penggunaan obat dalam penanganan ISPA antara kedua kelompok tidak berbeda bermakna dalam pemakaian antibiotika, anti histamin dan kortikosteroid.Terjadi penurunan penggunaan antibiotika sebesar 19% (p<0,05) dan perubahan penggunaan antibiotika kotrimoksazol dan amoksisilin secara bermakna sesuai materi edukasi yang diberikan. Pemberian injeksi menurun sebesar 8,3% (p<0,05). Penggunaan anti histamin menurun 4,8% (p=0,04), sedangkan penggunaan kortikosteroid justru mengalami kenaikan 2% (p>0,05). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara kelompok intervensi dengan penurunan penggunaan antibiotika yang tepat setelah dilakukan intervensi edukasi dan pemberian umpan balik.

Background. Acute Respiratory Infection (ARI) mostly (90%) because of viral infection which not require the antibiotic in its handling. More than 50% patient ISPA in the reality get the antibiotic in handling conducted by paramedic in puskesmas so that use antibiotic in handling ISPA becoming not rational. To improve and change the prescription behavior many researchs have proposed many types of intervention. By giving intervention of education and feed back, use antibiotic in handling ISPA by paramedic can decreased. Objective:This Research target to reduce the use antibiotic by paramedic in handling of ARI in puskesmas by giving intervention of education and feed back. Method. Research design was quasi experiment pretest – postest with group control. Education intervention given is rational drug use, irrational drug use and affect the irrational drug use and also guidance of ISPA medication. After intervention education conducted by 2 times gift of feed back with the interval one month Result of research. Most of paticipant education were bidan (50%). The mean of length of working was 14,02 ± 5,74 years in treatment group and 14,94 ± 5,70 years in control group. Female were 72,7% in treatment group while 78,9% in control group. The caracteristic of participant were not differ significantly between tretment group and control group. Baseline data in drug uses on handling ARI between two group were not differ significanly. Antibiotic use downhill equal to 19% (p<0,05) and significant change of use of antibiotic cotrimoxsazole and amoxilin according to given items education. Hypodermic gift downhill equal to 8,3% (p<0,05). Use of anti histamin downhill 4,8% ( p=0,04), while use corticosteroid exactly experience of the increase 2% (p>0,05). Conclusions: There was significant association between intervention and the decrease use of antibiotic.

Kata Kunci : ISPA, antibiotik, intervensi eduksi, ARI, antibiotic, education intervention


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.