STUDI EKSPERIMENTAL PENGUKURAN TEMPERATUR TULANG PADA PROSES DRILLING DENGAN VARIASI POINT ANGLE
W. Marindra A.W, Dr. Ir. Budi Arifvianto S.T., M. Biotech.
2009 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINThermal necrosis dapat terjadi pada proses drilling apabila temperatur yang dihasilkan melampaui 47oC selama 1 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi point angle drill terhadap temperatur maksimum tulang pada saat proses pelubangan tulang dan mengetahui pengaruh variasi point angle drill terhadap distribusi temperatur tulang pada saat proses pelubangan tulang. Penelitian ini dilakukan pada tulang sapi (bovine bone). Proses drilling dilakukan dengan point angle berbeda-beda (90o, 100o, dan 120o). Jarak termokopel divariasikan di sekeliling dinding lubang pengeboran dengan jarak 5, 10 dan 15 mm. Hasil percobaan juga menunjukkan bahwa temperatur di titik yang lebih dekat dengan dinding lubang pengeboran selalu memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan titik-titik lain yang letaknya lebih jauh. Selain itu, hasil percobaan juga menunjukkan point angle 90o menghasilkan temperatur yang rendah pada semua jarak. dibandingkan dengan point angle yang lebih besar. Temperatur maksimum yang dicapai dari hasil percobaan berkisar antara 41oC sampai 43,5oC untuk semua point angle. Hal ini berarti bahwa ketiga point angle yang digunakan di dalam penelitian ini tidak melebihi ambang batas sebesar 47oC dengan durasi 1 menit, sehingga resiko thermal necrosis tidak terjadi dalam eksperimen yang dilakukan.
Kata Kunci : temperatur, tulang, drilling, point angle