Effectiveness of Green Tea Polyphenols Compared to Chlorhexidine Mouthrinsing Programs Against Gingivitis and Plaque Accumulation in Elementary School Children
ANA, Ika Dewi, Prof.dr. Mochamad Anwar, M.Med.Sc.,SpOG
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinisPenelitian ini adalah penelitian dengan design randomized double blind untuk menentukan efektivitas program kumur menggunakan polifenol teh hijau dibandingkan dengan chlorhexidine untuk mengurangi gingivitis dan akumulasi plak pada komunitas anak sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada populasi anak sekolah dasar yang dipilih secara acak di salah satu kecamatan Provinsi DI Jogjakarta. Kriteria subjek adalah anak sekolah dasar berusia 10-12 tahun yang menderita gingivitis, tidak menerima pengobatan antibiotik pada saat penelitian berlangsung dan seminggu sebelumnya, dan setuju untuk mengikuti program. Perhitungan besar sampel untuk dua proporsi pada 0.05 level signifikansi dan 80% nilai β adalah 124 subjek. Program kumur dengan polifenol teh hijau ataupun chlorhexidine 1X5 menit selama dua minggu dilakukan di bawah pengawasan. Indeks gingival dan indeks akumulasi plak menurut Loe dan Silness (1967) diukur sebelum, 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan setelah perlakuan. Chi- square test dilakukan untuk menganalisis hasil pada dua kelompok perlakuan. Regresi logistic dilakukan untuk menganalisis pengaruh variabel pengganggu. Analisis cost effectiveness dilakukan pula untuk menghitung keefektifan kedua program kumur dari segi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polifenol teh hijau memiliki efektivitas yang setara dengan chlorhexidine digluconate 0.2% untuk menurunkan gingivitis (p:0.268, RR: 1.1 dengan 95% tingkat kepercayaan 0.77-1.57) dan menurunkan akumulasi plak (p:0.715, RR: 1.06 dengan 95% tingkat kepercayaan 0.75-1.533). Diketahui pula bahwa polifenol teh hijau efektif secara ekonomis. Untuk memperoleh ekstra (tambahan) tingkat penurunan gingivitis dan akumulasi plak, diperlukan 2.25 dan 3.0 dolar US.
This is a randomized double blind study to determine the effectiveness of greentea polyphenols compared to chlorhexidine mouthrinsing program to reduce gingivitis and plaque accumulation in elementary school children. A randomized double blind trial was done with elementary schools in one district selected randomly of Jogjakarta Province. Elementary school children who suffer from gingivitis, age 10-12 years, no antibiotic treatment a week previously, and agree to be included in the study. Sample size calculation using formula for testing two proportions on 0.05 significant levels and 80% power of the study for the test is 124 cases. Double blind two weeks mouthrinsing programs of greentea polyphenols or chlorhexidine with 1X5 minutes daily supervised mouthrinsing for each randomized groups were done for two weeks. Gingival Index and Plaque Index as recommended by Loe and Silness (1967) were taken before, 1 day after, 1 week after, and 1 month after interventions. Chi square test was used to analyze the results. Logistic regression was used to analyze confounding variables. Cost effectiveness analysis was provided to make economic comparison between the two mouthrinsing programs. The result shows that Greentea polyphenols is as effective as chlorhexidine digluconate 0.2% to reduce gingivitis (p value: 0.268, RR: 1.10 with 95% CI: 0.77 – 1.57) and plaque accumulation (p value: 0.715, RR: 1.06 with 95% CI: 0.75 – 1.533) in elementary school children. Greentea polyphenols is costly effective. To get one more extra reduced gingivitis and plaque accumulation rate, it is needed US$ 2.25 and 3.0 respectively
Kata Kunci : Epidemiologi Klinis,Gingivitis dan Akumulasi Plak,Polifenol Teh Hijau