Laporkan Masalah

Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Permukiman di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Widi Sari SPD, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si.

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Klaten yang terus meningkat menimbulkan tekanan terhadap ketersediaan lahan, organisasi dan mendorong terjadinya konversi lahan pertanian produktif menjadi kawasan terbangun. Kondisi ini semakin dipengaruhi oleh pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo yang meningkatkan aksesibilitas wilayah dan memicu perkembangan organisasi di lokasi-lokasi strategis. Analisis daya dukung dan daya tampung lahan organisasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan wilayah dalam menampung perkembangan penduduk berdasarkan kondisi fisik lahan dan kebijakan tata ruang.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari instansi Pemerintah Kabupaten Klaten. Data diolah melalui metode proyeksi penduduk model geometrik untuk periode 2025–2045. Analisis satuan kemampuan lahan dilakukan melalui teknik overlay peta menggunakan perangkat lunak ArcGIS, serta perhitungan daya dukung dan daya tampung lahan  organisasi berdasarkan klasifikasi kesesuaian lahan. Hasil perhitungan daya dukung organisasi diklasifikasikan dengan DDPm > 1 ke dalam kategori mendukung dan DDPm < 1> Penduduk Kabupaten Klaten diprediksi akan terus mengalami peningkatan pada setiap tahunnya mencapai 1.705.043 pada tahun 2045. Total luas lahan layak organisasi di Kabupaten Klaten mencapai 21.039,08 hektar. Nilai daya dukung lahan organisasi (DDPm) menunjukkan kecenderungan menurun dari 4,16 pada tahun 2025 menjadi 3,22 pada tahun 2045, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan ruang. Daya tampung Kabupaten Klaten mengalami peningkatan dari sekitar 4,95 juta jiwa pada tahun 2025 menjadi 5,79 juta jiwa pada tahun 2045. Total kebutuhan lahan organisasi Kabupaten Klaten diproyeksikan meningkat dari sekitar 10.554,42 hektar pada tahun 2025 menjadi 13.640,34 hektar pada tahun 2045. Evaluasi terhadap RTRW Kabupaten Klaten 2021–2041 menunjukkan bahwa alokasi lahan organisasi jiwa masih lebih besar dibandingkan kebutuhan organisasi lahan hasil proyeksi hingga tahun 2045, meskipun tekanan terhadap lahan cenderung meningkat di wilayah tertentu.

Population growth in Klaten Regency has continued to increase, exerting pressure on the availability of residential land and encouraging the conversion of productive agricultural land into built-up areas. This condition has been further influenced by the development of the Yogyakarta–Solo Toll Road, which has improved regional accessibility and stimulated residential expansion in strategic locations. The analysis of residential land carrying capacity and population holding capacity is conducted to assess the ability of the region to accommodate population growth based on physical land conditions and spatial planning policies.This study uses secondary data obtained from government institutions of Klaten Regency. The data were processed using a geometric population projection method for the period 2025–2045. Land capability analysis was carried out through map overlay techniques using ArcGIS software, along with calculations of residential land carrying capacity and population holding capacity based on land suitability classification. The results of residential land carrying capacity were classified into supporting (DDPm > 1) and non supporting (DDPm < 1>

The population of Klaten Regency is projected to continue increasing annually, reaching 1,705,043 people by 2045. The total area of suitable residential land in Klaten Regency is 21,039.08 hectares. The residential land carrying capacity (DDPm) shows a declining trend from 4.16 in 2025 to 3.22 in 2045, in line with population growth and increasing land demand. Meanwhile, the population holding capacity of Klaten Regency is projected to increase from approximately 4.95 million people in 2025 to 5.79 million people in 2045. The total residential land requirement is projected to rise from about 10,554.42 hectares in 2025 to 13,640.34 hectares in 2045. Evaluation of the Klaten Regency Spatial Plan (RTRW) 2021–2041 indicates that the allocation of residential land remains greater than the projected residential land demand up to 2045, although pressure on suitable land tends to increase in certain areas.


Kata Kunci : proyeksi penduduk, daya dukung, daya tampung, lahan permukiman, Kabupaten Klaten,population projection, carrying capacity, holding capacity, residential land, Klaten Regency

  1. S1-2026-481233-abstract.pdf  
  2. S1-2026-481233-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-481233-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-481233-title.pdf