Hubungan Waktu Reversal Ileostomi Protektif Terhadap Kejadian Low Anterior Resection Syndrome pada Pasien Kanker Rektum Pascaoperasi Low Anterior Resection
I Gusti Putu Victor Widnyana, Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, Sp.B, Subsp.BD(K), FINACS; dr. Sumadi Lukman Anwar, M.Sc., Ph.D., Sp.B., Subsp.Onk(K)
2026 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ILMU BEDAH
Latar Belakang: Low anterior resection (LAR) dengan ileostomi protektif dapat menurunkan risiko kebocoran anastomosis pada pembedahan kanker rektum, namun berpotensi menimbulkan gangguan fungsi usus yang dikenal sebagai low anterior resection syndrome (LARS). Penutupan stoma yang tertunda diduga memperburuk luaran fungsional, tetapi waktu optimal untuk reversal ileostomi masih belum pasti, dan bukti dari Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara waktu reversal ileostomi protektif dengan kejadian LARS mayor serta mengidentifikasi ambang waktu yang aplikatif secara klinis.
Metode: Studi potong lintang ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta, Indonesia. Pasien yang memenuhi kriteria telah menjalani LAR dengan ileostomi protektif pada periode Januari 2023 hingga Mei 2025 dan telah dilakukan reversal ileostomi. Pengumpulan data dilakukan pada Juni–Agustus 2025 selama kunjungan kontrol pascaoperasi rutin (interval 3–6 bulan), melalui wawancara menggunakan kuesioner LARS versi terjemahan Bahasa Indonesia. Variabel klinis dan pembedahan diperoleh dari rekam medis. Luaran utama adalah LARS mayor (ya/tidak). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Analisis subkelompok menggunakan titik potong waktu reversal 3, 6, dan 9 bulan sesuai praktik tindak lanjut rutin. Seluruh analisis bersifat dua arah.
Hasil: Sebanyak 50 pasien diikutsertakan. LARS mayor ditemukan pada 36% pasien. Rata-rata waktu reversal ileostomi adalah 7,9 bulan, dan 40% pasien menjalani reversal setelah lebih dari 9 bulan. Pada analisis multivariat, waktu reversal yang lebih lama berhubungan secara independen dengan kejadian LARS mayor. Reversal setelah lebih dari 9 bulan berhubungan kuat dengan LARS mayor (OR 8,52; IK 95% 2,22–32,7).
Kesimpulan: Waktu reversal ileostomi berhubungan secara independen dengan kejadian LARS mayor. Reversal dalam waktu ?9 bulan, termasuk pada kasus yang tertunda akibat kemoterapi adjuvan, masih relatif dapat diterima dalam praktik rutin. Namun, reversal setelah lebih dari 9 bulan berkaitan dengan peningkatan risiko LARS mayor yang bermakna secara klinis. Studi prospektif dengan tindak lanjut terstandar diperlukan untuk mengonfirmasi strategi waktu reversal yang optimal.
Background: Low anterior resection (LAR) with a protective ileostomy reduces anastomotic leakage in rectal cancer surgery but may result in bowel dysfunction known as low anterior resection syndrome (LARS). Delayed stoma closure has been suggested to worsen functional outcomes but optimal timing of ileostomy reversal remains uncertain and evidence from Indonesia is limited. This study aimed to evaluate the association between protective ileostomy reversal timing and the occurrence of major LARS and to identify a clinically applicable time threshold.
Methods: A cross-sectional study was carried out at Dr. Sardjito General Hospital in Yogyakarta, Indonesia. Eligible patients underwent LAR with a protective ileostomy between January 2023 and May 2025 and had completed ileostomy reversal. Data were collected between June and August 2025 during routine postoperative surveillance visits (3-6 months intervals), using interviews with the Indonesian-translated LARS questionnaire. Clinical and surgical variables were retrieved from medical records. The primary outcome was major LARS (yes/no). Associations were analyzed using bivariate tests and multivariate logistic regression. Subgroup analyses applied reversal timing cut-offs of 3, 6, and 9 months in accordance with routine follow-up practice. All analyses were two-tailed.
Results: Fifty patients were included. Major LARS was observed in 36% of patients. The mean ileostomy reversal time was 7.9 months, and 40% underwent reversal beyond 9 months. In multivariate analysis, longer reversal time was independently associated with major LARS. Reversal beyond 9 months was strongly associated with major LARS (OR 8.52, 95% CI 2.22-32.7).
Conclusions: Ileostomy reversal timing is independently associated with major LARS. While reversal within nine months, including cases delayed due to adjuvant chemotherapy, appears relatively acceptable in routine practice, reversal beyond nine months is associated with a clinically meaningful increase in the likelihood of major LARS. Prospective studies with standardized follow-up are needed to confirm optimal timing strategies.
Kata Kunci : kanker rektum, low anterior resection, ileostomi protektif, reversal ileostomi, low anterior resection syndrome, waktu reversal