Dampak pemberian ekstrak buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) pada gambaran histologis sel Junctional Epithelium Gingiva dan serabut kolagen ligamen periodontal tikus diabetik
MAHANANI, Erlina Sih, Prof.dr. Marsetyawan, HNES,MSc.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisDiabetes Mellitus (DM), penyakit metabolik yang bersifat kronis progresif, banyak dijumpai di Indonesia dengan prevalensi berkisar antara 0,8 % - 6,1 %. Keadaan DM yang lama ternyata dapat menyebabkan penurunan proliferasi sel junctional epithelium gingiva dan berkurangnya kepadatan serabut kolagen ligamen periodontal pada tikus. Mahkota dewa sebagai obat tradisional banyak digunakan untuk mengobati DM karena diketahui dapat menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak pemberian ekstrak buah Mahkota dewa pada gambaran histologis proliferasi sel junctional epithelium gingiva dan kepadatan serabut kolagen ligamen periodontal pada tikus yang dibuat secara eksperimental menjadi DM. Tikus Wistar 20 ekor, jantan, umur 2 bulan, berat badan 150-250 gr dibagi dalam 4 kelompok, yaitu tikus kontrol, tikus diabetik pascainduksi Alloxan, tikus diabetik pascainduksi Alloxan diberi terapi insulin, tikus diabetik pascainduksi Alloxan diberi ekstrak Mahkota dewa. Keadaan DM pada hewan model dihasilkan dari induksi Alloxan intra-peritoneal selama 28 hari, sedang pemberian ekstrak Mahkota dewa secara per-oral, dan insulin secara sub-kutan, juga selama 28 hari. Tikus dikorbankan setelah mendapat perlakuan masing-masing kelompok, kemudian rahangnya diambil dan dibuat preparat histologi. Perubahan proliferasi sel junctional epithelium gingiva dihitung titik hitam dalam sel dengan pewarnaan AgNOR, sedangkan perubahan kepadatan serabut kolagen ligamen periodontal diberi skor dengan pewarnaan Mallory. Rerata perubahan kepadatan serabut kolagen ligamen periodontal adalah 1,13 ± 0,35 untuk kontrol, 2,93 ± 0,46 untuk tikus diabetik, 1,73 ± 0,59 untuk tikus diabetik diberi insulin dan 1,07 ± 0,87 untuk tikus diabetik diberi Mahkota dewa. Rerata proliferasi sel junctional epithelium 4,12 ± 0,6 untuk kontrol, 3,28 ± 0,5 untuk tikus diabetik 3,67 ± 0,35 untuk tikus diabetik diberi insulin, dan 5,28 ± 0,17 untuk tikus diabetik diberi Mahkota dewa. Hasil kepadatan serabut kolagen menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan, kecuali kelompok kontrol dengan kelompok tikus yang diberi Mahkota dewa ternyata tidak signifikan. Tingkat proliferasi JE semua signifikan kecuali antara kelompok tikus diabetik dengan tikus diabetik yang diberi insulin tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak Mahkota dewa dapat meningkatkan proliferasi sel junctional epithelium dan kepadatan serabut kolagen ligamen periodontal tikus diabetik hasil induksi Alloxan.
Diabetes Mellitus (DM), a chronic progressive metabolic disease, is commonly found in Indonesia with its prevalence rate about 0.8 % to 6.1 %. Severe chronic diabetic condition will decrease proliferation of cells in the junctional epithelium of gingiva, and reduces the density of collagen fibers of periodontal ligament in rats. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa shceff (Boerl.)) has been used for a long time as a traditional herb for the treatment of DM, due to its effect on reducing the blood sugar level. This study was aimed at investigating the effect of Mahkota dewa on cell proliferation of the junctional epithelium and on the density of collagen fibers of the periodontal ligament observed histologycally in experimentally-induced DM rats. Twenty male Wistar rats, approximately 150 to 250 gr, were used throughout this study. The animals were divided into 4 groups, namely the Control group, the Alloxan-induced, the Alloxan-induced plus Insulin, and the Alloxan-induced plus Mahkota dewa. Diabetic state of animals was constructed by intra peritoneal injection of Alloxan dayly for 28 days, whereas the extract of Mahkota dewa and Insulin treatment were given through oral and subcutaneous routes, respectively. All rats were then sacrificed, and the jaw was taken out for histological preparation. Cells of junctional epithelium were observed by enumerating black dots within the cells that positively reacted with AgNOR. The density of collagen fibers of periodontal ligament was scorred after being stained with Mallory. The densities (X ± SD) of collagen fibers of the periodontal ligament were 1.13 ± 0.35 for control groups, 2.93 ± 0.46 for Alloxan-induced, 1.73 ± 0.59 for Alloxan-induced plus Insulin, and 1.07 ± 0.87 for Alloxan-induced plus Mahkota dewa. The proliferation rate of cells in junctional epithelium was 4.12 ± 0.6 for control groups, 3.28 ± 0.5 for diabetic rats, 3.67 ± 0.35 for diabetic plus Insulin, and 5.28 ± 0.17 for diabetic plus mahkota dewa. The results showed a significant difference between group of treatment, except those between the normal group and the Alloxan-induced plus Mahkota dewa. Degree of cell proliferation of junctional epithelium of all groups was different significantly, except those between groups of Alloxan-induced and Alloxan-induced plus Insulin. In conclusion, the extract of Mahkota dewa enhances the proliferation of cells in junctional epithelium and the density of collagen fibers of the periodontal ligament in Alloxan-induced diabetic rats.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus,Ekstrak Buah Mahkota Dewa,Sel Junctional Epithelium