Intertekstualitas Mitologi Gumiho (???) dalam Drama “????” (Tale of The Nine Tailed)
Tiara Islami Sugihartono, Dr. Hwang Who Young, M.A.
2026 | Skripsi | BAHASA KOREA
Penelitian ini membahas intertekstualitas mitologi gumiho (???) dalam drama Tale of The Nine Tailed. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk intertekstualitas dan ideologeme dalam drama. Data penelitian berupa dialog antartokoh, monolog, dan narasi tokoh gumiho yang relevan dengan unsur mitologi gumiho dalam Tale of The Nine Tailed yang terdiri dari 16 episode pada platform Prime Video. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intertekstual berdasarkan teori Julia Kristeva (1980).
Hasil analisis menunjukkan bentuk intertekstualitas mitologi gumiho yang berkaitan dengan mitologi meliputi; (1) rubah yang memiliki ekor sembilan, (2) rubah yang berusia lebih dari seribu tahun, (3) rubah yang memiliki kelereng rubah, (4) rubah yang memiliki kemampuan supranatural, (5) rubah yang dikenal sebagai makhluk jahat, (6) rubah yang harus membalas budi, (7) rubah yang ingin menjadi manusia, dan (8) ungkapan yang berkaitan dengan rubah. Intertekstualitas yang ditemukan menghasilkan makna baru melalui oposisi, transformasi, dan transposisi. Pertama, oposisi ditunjukkan dengan negosiasi gumiho dalam mitologi dengan nilai modern yang lebih individual, reflektif, dan emosional. Kedua, transformasi terlihat pada perubahan sosok gumiho menjadi berempati dan membangun hubungan emosional dengan manusia. Ketiga, transposisi ditunjukkan melalui pergeseran unsur mitologi yang menjadi simbol dan praktik sosial masyarakat modern.
This study examines the intertextuality of gumiho (???) mythology and the meaning of ideologemes constructed in the drama Tale of The Nine Tailed. The purpose of this research is to describe the forms of intertextuality and ideologemes present in the drama. The research data consist of dialogues between characters, monologues, and narrative elements of the gumiho character that are relevant to gumiho mythological elements in Tale of The Nine Tailed, which consists of 16 episodes available on the Prime Video. The method employed is a qualitative descriptive approach using an intertextual framework based on Julia Kristeva’s theory (1980).
The results of the analysis indicate that the forms of gumiho mythological intertextuality are related to traditional mythology, which includes: (1) a fox with nine tails, (2) a fox that is more than a thousand years old, (3) a fox possessing a fox bead, (4) a fox with supernatural abilities, (5) a fox known as an evil creature, (6) a fox that must repay debts of gratitude, (7) a fox that desires to become human, and (8) expressions related to foxes. The identified intertextuality generates new meanings through opposition, transformation, and transposition. First, opposition is shown through the negotiation between traditional gumiho mythology and modern values that are more individualistic, reflective, and emotional. Second, transformation is evident in the portrayal of the gumiho as an empathetic figure who forms emotional relationships with humans. Third, transposition is demonstrated through the shift of mythological elements into symbols and social practices within modern society.
Kata Kunci : intertekstualitas, intertextuality, ideologeme, gumiho, Tale of The Nine Tailed,