Perancangan dan Prediksi Numeris Unjuk Kerja Evaporator Tipe Shell and Tube untuk Concentrated Solar Power
Ahmad Fikri Haikal, Ir. Fauzun, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Energi surya berpotensi besar dimanfaatkan melalui teknologi Concentrated Solar Power (CSP) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi termal (TES) berbasis molten salt sehingga mampu menyediakan daya yang lebih andal dan mendekati pembangkit beban dasar. Dalam konfigurasi tersebut, Molten Salt Steam Generator (MSSG) menjadi komponen kunci yang memindahkan panas molten salt ke air–uap melalui penukar kalor shell and tube yang mencakup preheater, evaporator, dan superheater. Evaporator memiliki peran sangat penting karena melibatkan proses perpindahan panas dua fase yang kompleks, sehingga memerlukan kondisi operasi dan rancangan yang tepat untuk mencegah penurunan kinerja dan kerusakan material. Untuk menjamin kinerja termal dan keandalan sistem, perancangan evaporator shell and tube umumnya mengikuti standar industri dengan metode Bell-Delaware yang mengoreksi koefisien perpindahan panas dan pressure drop di sisi shell, serta divalidasi lebih lanjut menggunakan analisis numerik Computational Fluid Dynamics (CFD) guna mengkaji fenomena aliran dan perpindahan panas dua fase secara rinci.
Proses perancangan alat penukar kalor pada penelitian ini dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu perhitungan analitik, prediksi unjuk kerja menggunakan perangkat lunak komersial, serta simulasi numerik CFD. Tahapan perancangan diawali dengan proses sizing untuk menentukan spesifikasi utama, seperti jumlah tube, dimensi shell, dan konfigurasi baffle. Pada sisi shell digunakan metode Bell–Delaware untuk menghitung perpindahan panas dan penurunan tekanan dengan mempertimbangkan koreksi aliran, sedangkan pada sisi tube diterapkan korelasi Chen dan parameter Lockhart–Martinelli untuk mengevaluasi koefisien perpindahan panas pendidihan dan pressure drop aliran air–uap. Desain akhir dengan molten salt (60% NaNO?–40% KNO?) sebagai fluida panas dan saturated water sebagai fluida dingin kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan perangkat lunak HTRI Xchanger Suite dan Ansys Fluent.
Secara kuantitatif, hasil unjuk kerja antara metode analitik dan simulasi HTRI menunjukkan kesesuaian yang sangat baik, dengan nilai koefisien perpindahan kalor total masing-masing sebesar 374,93 W/m².°C dan 401,94 W/m².°C. Meskipun simulasi CFD memprediksi temperatur outlet dan pressure drop yang lebih tinggi akibat sensitivitas solver numerik terhadap fenomena aliran dua fase dan adanya ketidakseimbangan massa (mass imbalance), hasil perhitungan HTRI ditetapkan sebagai acuan tetap untuk parameter desain final karena keandalannya sesuai standar industri.
Kata Kunci : Concentrated Solar Power, Alat Penukar Kalor Shell and Tube, Molten Salt, Perancangan, Evaporator, HTRI, CFD