Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang memepengaruhi pendapatan pekerja pada sektor non-form di perdesaan Jawa : Eksplorasi datasakerti 2000

Ambo Wonua Nusantara, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Drs. Sukamdi, M.Sc.

2005 | Tesis | S2 Kependudukan

Studi tentang aktivitas non farm di perdesaan Jawa telah banyak dilakukan, namun eksplorasi dengan menggunakan data Sakerti masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini: pertama, mengetahui karakteristik pekerja dan hubungannya dengan pendapatan; kedua, mengetahui perbedaan pendapatan berdasarkan wilayah dan lapangan pekerjaan; ketiga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pekerja; dan keempat, mengetahui faktor-faktor yang paling dominan. Penelitian ini memakai data sekunder Survai Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti) tahun 2000 dengan sampel 1767 anggota rumah tangga. Metode analisis yang digunakan antara lain uji Pearson Correlation, Uji Independensi dengan t_test, uji Analysis of Variance (anova), Uji Least Significant Difference (LSD), dan uji Regresi Linear Berganda metode stepwise Hasil menunjukkan bahwa pertama, kebanyakan pekerja dalam usia prima, pendidikan rendah, jam kerja rendah, lama kerja rendah, kebanyakan pekerja laki-laki, berstatus kawin, serta berstatus buruh. Secara statistik terdapat perbedaan pendapatan yang nyata antara semua provinsi kecuali Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kemudian hanya terdapat perbedaan yang nyata antara lapangan pekerjaan angkutan/pergudangan/komunikasi dan lapangan pekerjaan lainnya (manufaktur/industri pengolahan, bangunan/konstruksi, perdagangan besar/eceran/rumah makan/hotel, dan Jasa Kemasyarakatan). Kedua, untuk wilayah perdesaan Jawa Timur ditemukan bahwa jam kerja, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan dan lama kerja adalah faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan pekerja. Selain faktor lama kerja, faktor-faktor lainnya berpengaruh juga di Jawa keseluruhan dan Jawa Barat. Jawa Tengah hanya faktor status perkawinan yang tidak berpengaruh. Khususnya DI Yogyakarta hanya faktor jam kerja dan jenis kelamin yang berpengaruh. Dari semua faktor yang bepengaruh tersebut, jam kerja adalah faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap pendapatan pekerja di perdesaan Jawa keseluruhan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur; sedangkan untuk D I Yogyakarta faktor yang paling dominan adalah jenis kelamin.

There are many studies on the non farm acitivities in rural Java, but the exploration using longitudinal data such as IFLS still rarely be done. The aims of research are: first, to examine the worker characteristics and its relation with income; second, to explore the difference of income based on the region and occupation; third to identify the factors influencing worker income; and fourth, to identify the most dominant factors of worker income in each region. This research used secondary data that is the 2000 Indonesia Family Life Survey (IFLS), with total sample of 1767 household members. The analysis method mainly used Pearson Correlation Test and Independence Test with t_test, Analysis of Variance test (anova), Least Significant Difference (LSD) Test, and Multiple Linear Regression Test of the stepwise method. The results show that first, most of the worker is in prime age, low educatied, low working hours, low working experince, most worker are men, married, and also as a labour. There is a significant difference statistically on icome in every province, except Central Java and the Yogyakarta Special Region. There is no different of income in all occupations except between transportation/warehousing/communication and other four occupations (manufacture/industry processing, building/construction, wholesale/ retail/restaurant/hotel, and social services). Second, for the East Java was found that working hours, sex, education, marital status and working experince are the factors influencing income. However, working experience does not act as important factors for income in the entire region of Java villages and West Java. In Central Java was found that just marital status is not the factor influencing income. Interestingly for the Yogyakarta Special Region there are only working hours and sex which influence the income. From all the factors the working hours is the most dominant factor which influenced the worker income in the entire Java villages, West Java, Central Java and East Java. While in Yogyakarta Special Region the most dominant factor is sex.

Kata Kunci : Pendapatan pekerja, lapangan kerja non farm,The worker income, non-farm occupation

  1. S2-2005-18749-Abstract.pdf  
  2. S2-2005-18749-Bibliography.pdf  
  3. S2-2005-18749-TableofContent.pdf  
  4. S2-2005-18749-Title.pdf