Laporkan Masalah

Pengaruh Pengungkapan Karbon terhadap Nilai Perusahaan dengan Tata Kelola Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia

Hendrik Andrianto Soedarsono, Ratna Nurhayati, S.E., M.Com., Ak., CA., Ph.D.

2026 | Skripsi | AKUNTANSI

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh pengungkapan karbon terhadap nilai perusahaan serta menguji peran tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian ini didasarkan pada teori sinyal yang menjelaskan bahwa pengungkapan karbon dapat menjadi sinyal positif bagi investor dalam mengurangi asimetri informasi terkait risiko perubahan iklim. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria perusahaan energi yang menerbitkan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan secara konsisten selama periode pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan karbon tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q. Selain itu, tata kelola perusahaan juga tidak terbukti memoderasi hubungan antara pengungkapan karbon dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks sektor energi di Indonesia, praktik pengungkapan karbon yang masih bersifat sukarela belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar, dan kualitas tata kelola perusahaan belum mampu memperkuat persepsi investor terhadap informasi karbon yang diungkapkan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam literatur akuntansi dan keuangan terkait efektivitas pengungkapan karbon di negara berkembang, khususnya pada sektor energi yang memiliki tingkat emisi tinggi.




This study aims to provide empirical evidence on the effect of carbon disclosure on firm value and to examine the moderating role of corporate governance in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2022–2024 period. Grounded in signaling theory, carbon disclosure is considered a positive signal to investors in reducing information asymmetry related to climate transition risks. The sample was selected using purposive sampling, consisting of energy companies that consistently published annual and sustainability reports throughout the observation period. Panel data regression analysis was employed, with model selection conducted through the Chow test, Hausman test, and Lagrange Multiplier test.


The findings indicate that carbon disclosure does not have a significant direct effect on firm value as proxied by Tobin’s Q. Furthermore, corporate governance is not proven to moderate the relationship between carbon disclosure and firm value. These results suggest that, within the Indonesian energy sector context, voluntary carbon disclosure has not yet been fully valued by the market, and corporate governance mechanisms have not strengthened investors’ perceptions of carbon-related information. This study contributes to the accounting and finance literature by providing empirical evidence on the limited effectiveness of carbon disclosure in a developing market, particularly in the high-emission energy sector.



Kata Kunci : Pengungkapan Karbon, Nilai Perusahaan, Tata Kelola Perusahaan, Teori Sinyal, Sektor Energi, Tobin’s Q

  1. S1-2026-498352-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498352-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498352-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498352-title.pdf