Laporkan Masalah

Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku pegawai tentang keselamatan dan kesehatan kerja dengan kecelakaan kerja di Balai Laboratorium Kesehatan Propinsi Sumatera Barat

YOGA, Nursoleh Catur, Prof.Drs. Sutrisno Hadi, MA

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, sehingga dapat mengurangi atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Pelaksanaan K3 secara optimal di Balai Laboratorium Kesehatan Propinsi Sumatera Barat (BLK) sangat diperlukan karena merupakan suatu institusi dengan jumlah pegawai kesehatan dan non kesehatan yang cukup besar. Kegiatan laboratorium mempunyai risiko yang berasal dari faktor fisik, kimia, biologi, dan ergonomi, apalagi jika diiringi dengan kemajuan IPTEK seperti di BLK sejak tahun 2000, maka risiko yang dihadapi pegawai semakin meningkat Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan analisis regresi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku pegawai terhadap K3 dengan kecelakaan kerja. Sampel diambil secara menyeluruh berdasarkan kriteria inklusi mau diteliti dan masa kerja lebih dari satu tahun , didapat sampel berjumlah 44 orang responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, adapun analisis dan interprestasi data menggunakan program komputer SPS 2000. Hasil penelitian diperoleh bahwa kecelakaan kerja mempunyai hubungan yang positif signifikan antara pengetahuan pegawai (p<0,01), tidak ada hubungan dengan sikap pegawai (p>0,05), dan tidak ada hubungan dengan perilaku pegawai (p>0,05), namun mempunyai hubungan yang signifikan jika dihubungkan secara bersamasama (p<0.05). Hal ini menyimpulkan bahwa kecelakaan kerja ditentukan oleh pengetahuan, tetapi tidak ditentukan oleh sikap dan perilaku. Untuk itu perlu sekali memberikan pengarahan dan peraturan serta bimbingan maupun pembinaan yang intensif kepada pegawai guna mencegah kecelakaan kerja.

The implementation of Occupational Health and Safety (OHS) an effort to establish a secure and healthy working place in order to reduce or eliminate job accident and hence poor health condition resulted from working. Thus, it will increase efficiency and productivity. An optimum completion of job health and safety in Medical Laboratory Clinic (MLC) of West Sumatera province is urgently needed since MLC is an institution with a large number of medical and nonmedical members of staff. Laboratory activities contain a very high risky caused by physical, chemical, biological, and ergonomic factor especially since the development of science and technology in MLC in year 2000. Therefore, the employee’s endure higher risky. This research was done using correlation analysis approach that intended to know the relationship of employee’s knowledge, attitude, and behavior on occupational health and safety and job accident. The sample was taken comprehensively based on inclusion criterion of participant’s acceptance and working period of more than 1 year. The sample involved 44 respondents. The data was collected through questionnaires, and the data were analyzed and interpreted using SPS 2000 computer software. It was found that job accident had a positive significant relationship with employee’s knowledge (p<0.01), there was no relationship on employee’s attitude (p>0.05), and no relationship on employee’s behavior (p>0.05), and had significant relationship on employee’s knowledge, attitude, and behavior on together with job accident (p<0,05). It can be concluded that job accident is determined by the employee’s knowledge and is not determined by attitude and behavior. Therefore, it is necessary to establish regulations and assign intensive guidance and counseling to employee’s in order to avoid job accident.

Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Kecelakaan Kerja,Sikap dan Perilaku Pegawai, Knowledge, Attitude, Behavior, Job Accident


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.