Laporkan Masalah

Evaluasi Penambahan Rumput Laut Palisada perforata Pada Total Mixed Ration Secara In Vivo

Salsa Biela Kharisma Riadina, Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU.

2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut Palisada perforata dalam pakan Total Mixed ration (TMR) terhadap tingkat konsumsi pakan dan kecernaan nutrien pada kambing kacang betina. Palisada perforata merupakan salah satu jenis rumput laut merah yang mengandung senyawa bioaktif seperti polisakarida kompleks (agar dan karagenan), senyawa fenolik, serta mineral makro yang berperan dalam meningkatkan aktivitas mikroba rumen dan efisiensi pencernaan. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kambing kacang betina dengan rata-rata umur 2 tahun dan rata-rata berat badan 25,34 ± 4,42 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (TMR tanpa tepung Palisada perforata), P1 (TMR + 2,5% tepung Palisada perforata), P2 (TMR + 5% tepung Palisada perforata). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Palisada perforata dalam pakan TMR tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi dan kecernaan bahan organik dan nutrien lainnya pada kambing kacang. Namun demikian, terdapat kecendurungan peningkatan nilai konsumsi dan kecernaan seiring dengan meningkatnya level penambahan Palisada perforata hingga 5%. Hal ini diduga karena kandungan polisakarida dan mineral dalam Palisada perforata mampu mendukung aktivitas mikroba rumen sehingga proses pencernaan pakan menjadi lebih efisien, Dengan demikian, penggunaan tepung Palisada perforata dalam pakan TMR masih dapat diterima dan berpotensi meningkatkan efisiensi pakan tanpa menimbulkan efek negative terhadap performa pencernaan kambing kacang.

This study aims to determine the effect of adding Palisada perforata seaweed flour to Total Mixed ration (TMR) feed on feed consumption and nutrient digestibility in female goats. Palisada perforata is a type of red seaweed that contains bioactive compounds such as complex polysaccharides (agar and carrageenan), phenolic compounds, and macro minerals that play a role in increasing rumen microbial activity and digestive efficiency. This study used 9 female goats with an average ageof 2 years and an average body weight 25,34 ± 4,42 kg. This study used a randomized block design (RBD) with three treatments and three replicates, namely P0 (TMR without Palisada perforata), P1 (TMR+ 2,5% Palisada perforata), P2 (TMR+5% Palisaada perforata). The result showed that the addition of Palisada perforata to TMR feed had no significant effect on the consumption and digestibility of organic matter and other nutrients in goat. However, there was a tendency for consumption and digestibility to increase with increasing levels of Palisada perforata addition up to 5%. This is thought to be because the polysaccharide and mineral content in Palisada perforata supports rumen microbial activity., thereby making feed digestion more efficient. Thus, the use of Palisada perforata flour inTMR is acceptable and has potential to increase feed efficiency without causing negative effect on the digestive performance on goats.

Kata Kunci : Kambing kacang, Palisada perforata, TMR, Konsumsi, Kecernaan

  1. S1-2026-498585-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498585-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498585-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498585-title.pdf