Pemanfaatan citra land satellite thematic mapper dan foto udara pankromatik hitam putih untuk pengembangan kawasan pariwisata alam pantai Kabupaten Bali
Aprijanto, Prof. Dr. Sutikno; Dr. Hartono, DESS.
2001 | Tesis | S2 Penginderaan JauhPenelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi kemampuan lahan untuk perencanaan pengembangan kawasan pariwisata alam pantai Kabupaten Jembrana Bali. Perencanaan pengembangan wilayah dilakukan secara bertingkat dengan memanfaatkan citra Landsat TM 451 resolusi spasial 30 m tahun 1996 untuk perencanaan tingkat makro dan foto udara Pankromatik hitam putih skala 1:50.000 tahun 1993 untuk tingkat meso. Metode penelitian yang digunakan adalah interpretasi data penginderaan jauh yang dibantu dengan sistem informasi geografis dan dilengkapi uji lapangan. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan evaluasi potensi kemampuan lahan berdasarkan pendekatan satuan lahan hasil tumpang susun parameter fisik lahan berupa bentuklahan, penutup/penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, bahaya erosi, bahaya banjir dan jaringan jalan. Data penyusun satuan lahan untuk perencanaan tingkat makro berupa bentuklahan dan penutup/penggunaan lahan disadap dari citra Landsat TM 451, sedangkan perencanaan tingkat meso untuk bentuklahan, penutup/penggunaan lahan, kemiringan lereng, bahaya erosi, bahaya banjir disadap dari foto udara Pankromatik hitam putih. Data jenis tanah dan jaringan jalan diperoleh dari data sekunder, dan data yang tidak dapat disadap dari penginderaan jauh dilakukan pekerjaan lapangan. Klas kemampuan lahan dilakukan dengan cara pengharkatan data parameter fisik lahan dengan kriteria klas kemampuan lahan untuk pariwisata. Perencanaan pengembangan kawasan pariwisata pantai ini selain mempertimbangkan kemampuan lahan untuk penyediaan fasilitas wisata juga memperhatikan panorama pantai sebagai daya tarik obyek wisata dan prioritas penanganan pengembangan kawasan pariwisata. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah data penentu potensi kemampuan lahan untuk pariwisata pantai tingkat makro 75% disadap dari citra Landsat dengan rata-rata tingkat akurasi hasil interpretasi 81,43%, untuk tingkat meso 86% disadap dari foto udara dengan rata-rata tingkat akurasi hasil interpretasi 83,67%. Berdasarkan klas potensi kemampuan lahan untuk pengembangan kawasan pariwisata alam pantai yang mempunyai kemampuan tinggi (klas II) dengan total luas 8,4 m² adalah Pantai Candikesuma dan Rening, untuk kemampuan agak tinggi (klas III) dengan total luas 32,54 m² adalah Pantai Medewi, Rambutsiwi, Nyangkrut dan Munduk, sedangkan yang mempunyai kemampuan sedang (klas IV) dengan total luas 54,12 m² adalah Pantai Penggragoan, Pengiyangan, Kembles, Nusasari, Cupel, Pengambengan, Perancak dan Airsumbul. Pantai yang mempunyai prioritas tinggi (klas I) untuk penanganan pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Jembrana Bali adalah Pantai Penggragoan, Medewi, Kembles dan Rening.
The objective of this research is to evaluate land capability potential of natural coastal tourism zone development planning in Jembrana District Bali. The regional development planning was done by multistage approach and using Landsat TM 451 with spasial resolution 30 m was taken in 1996 for macro level, black and white panchromatic aerial photograph in scale 1: 50.000 was taken in 1993 for meso level planning. The research method used remote sensing data interpretation with supported by geography information system and completed by field test. To achieve the aim of this research was done by evaluation of land capability potential by using of land unit approach which resulted from overlaying land physical parameter consist of landform maps, landcover/landuse maps, slope maps, soil maps, erosion maps, flood maps and road maps. The set data of land unit for macro level planning consist of landform maps and landcover/landuse maps from interpretation result of Landsat TM 451 image, for meso level planning were consist of landform maps, landcover/landuse maps, erosion maps, flood maps from interpretation result of black and white panchromatic aerial photograph Soil maps and road maps were obtained completely from secondary data and the data that it could not be taken from remote sensing must be done by field work. The land capability class was measured by means of scoring of land physical parameter by criteria of land capability class for tourism. Planning of this coastal tourism zone consider land capability for preparing of tourism facility and noticed about coastal view as interesting tourism object and handling priority of coastal tourism zone development. The result of this research were determining data of land capability potential for coastal tourism macro level was 75% taken from Landsat image with rate of accuration level was 81,43%, for meso level was 86% taken from aerial photograph with rate of accuration level was 83,67%. Based on land capability potential class for development of natural coastal tourism zone that whose have highly capability (the second class) with total square 8,4 m2 were Candikesuma and Rening beaches, for rather highly capability (third class) with total square 32,54 m2 were Medewi, Rambutsiwi, Nyangkrut and Munduk beaches, and for the moderately capability (the fourth class) with total square 54,12 m2 were Penggragoan, Pengiyangan, Kembles, Nusasari, Cupel, Pengambengan, Perancak and Airsumbul beaches. So the beaches which have high handling priority of tourism zone development in Jembrana District Bali were Penggragoan, Medewi, Kembles and Rening beaches.
Kata Kunci : Citra land satelit thematic mapper,Foto udara pankromatik hitam putih, pengembangan pariwisata, Wisata alam