Laporkan Masalah

THE IMPACT OF FINANCIAL ACCESS TO ONLINE LENDING ADOPTION AND BORROWER, LENDER, AND JOKI INTERACTIONS: EVIDENCE FROM SUSENAS MICRO SURVEY AND FACEBOOK NETNOGRAPHY

Wida Reza Hardiyanti, Rimawan Pradiptyo, SE, M.Sc., P.hD. ; Luluk Lusiantoro, SE, M.Sc., P.hD.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Dampak Akses Keuangan terhadap Adopsi Pinjaman Online serta Interaksi Peminjam, Pemberi Pinjaman, dan Joki: Bukti dari Survei Mikro SUSENAS dan Netnografi Facebook

Abstrak

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi adopsi pinjaman online di Indonesia, dengan fokus pada akses sosial ekonomi dan digital, serta dinamika perilaku antara peminjam, pemberi pinjaman, dan joki dalam pinjaman online legal maupun ilegal. Istilah "joki" dalam konteks ini diadopsi dari kata dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada perantara informal yang memfasilitasi pengajuan pinjaman atas nama peminjam. Berbeda dengan broker keuangan konvensional yang beroperasi dalam kerangka regulasi, joki sering kali memanfaatkan celah sistem, membantu peminjam untuk melewati pemeriksaan kredit dan proses verifikasi, terkadang melalui cara-cara yang bersifat curang. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) melalui data Survei SUSENAS 2022–2024 dan analisis netnografi pada grup Facebook, artikel ini mengeksplorasi hubungan antara akses keuangan dan adopsi pinjaman online. Temuan menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan tidak menjadi pendorong utama peminjaman online. Hal ini sejalan dengan data makro yang menunjukkan bahwa pengguna utama pinjaman online adalah kelompok kelas menengah yang menghadapi kendala akibat skor kredit yang terhambat (karena kelebihan pinjaman di lembaga keuangan konvensional atau riwayat kredit yang buruk). Penelitian ini menemukan bahwa rumah tangga dengan akses yang lebih besar terhadap lembaga keuangan formal dan platform digital lebih mungkin terlibat dalam pinjaman online. Selain itu, analisis mengungkapkan peran yang kontras antara joki legal dan ilegal dalam membentuk pengalaman peminjam, di mana joki ilegal secara aktif memanfaatkan celah regulasi. Analisis komparatif terhadap percakapan daring sebelum, selama, dan setelah pandemi menunjukkan adanya pergeseran yang jelas menuju isu manajemen risiko dan kekhawatiran terhadap penipuan dalam diskusi pascapandemi. Kontribusi akademik utama penelitian ini adalah menjembatani kesenjangan literatur dengan memetakan secara sistematis peran dan metode operasional joki—aktor yang sebelumnya kurang diteliti—serta mengintegrasikan ekonomi perilaku dengan teori biaya transaksi untuk menjelaskan interaksi kompleks dalam ekosistem pinjaman online formal dan informal di Indonesia.

The Impact of Financial Access to Online Lending Adoption and Borrower, Lender, and Joki Interactions: Evidence from SUSENAS Micro Survey and Facebook Netnography

Abstract

This study investigates the factors influencing online lending adoption in Indonesia, focusing on socioeconomic and digital access, as well as the behavioral dynamics among borrowers, lenders, and joki in legal and illegal online lending. The term "joki" in this context is adopted from the Indonesian word, referring to informal intermediaries who facilitate loan applications on behalf of borrowers. Unlike conventional financial brokers who operate within regulatory frameworks, joki often exploit systemic gaps, assisting borrowers in bypassing credit checks and verification processes, sometimes through fraudulent means. Using a mixed-methods approach with data from the 2022-2023 SUSENAS survey and netnography analysis of Facebook groups, this paper explores the relationship between financial access and online lending adoption. The findings highlight that urgent liquidity needs, coupled with limited financial inclusion and low digital literacy, drive online borrowing. The study found that households with greater access to formal financial institutions and digital platforms are more likely to engage in online lending. Furthermore, the analysis reveals the contrasting roles of legal and illegal joki in shaping borrower experiences, with illegal joki actively exploiting regulatory gaps. A comparative analysis of online conversations before, during, and after the pandemic shows a distinct shift towards risk management and fraud concerns in post-pandemic discussions. The primary academic contribution of this research is to bridge a literature gap by systematically mapping the role and operational methods of joki, a previously under-researched actor, and by integrating behavioural economics with transaction cost theory to explain complex interactions within Indonesia's formal and informal online lending ecosystems.

JEL Codes: G51, G41

Kata Kunci : online lending adoption, financial access, joki behavior, netnography, financial inclusion

  1. S2-2026-527116-abstract.pdf  
  2. S2-2026-527116-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-527116-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-527116-title.pdf