Translation Procedures in Sunscreen Products Procedural Texts: A Comparative Analysis of English and Indonesian Instructions
Afra Sausan Putri, Dr. Amin Basuki, S.S., M.A.
2026 | Skripsi | SASTRA INGGRIS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur penerjemahan yang digunakan dalam instruksi prosedural berbahasa Inggris–Indonesia pada kemasan produk tabir surya serta mengkaji sejauh mana prosedur tersebut mencerminkan norma kebahasaan dan ekspektasi budaya masyarakat Indonesia. Data penelitian dikumpulkan dari produk tabir surya berbagai merek komersial yang tersedia di gerai obat dan kosmetik di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis berdasarkan klasifikasi prosedur penerjemahan Vinay dan Darbelnet (1995), yang didukung oleh konsep penerjemahan semantik dan komunikatif Newmark (1988) serta teori kesepadanan dinamis Nida (2003). Unit analisis dalam penelitian ini berupa segmen instruksi yang menyampaikan makna prosedural secara utuh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 69 unit terjemahan, dengan prosedur penerjemahan literal sebagai prosedur yang paling dominan, yaitu sebanyak 46 unit (66,67%), diikuti oleh modulasi sebanyak 13 unit (18,84%), peminjaman sebanyak 7 unit (10,14%), dan transposisi sebanyak 3 unit (4,35%). Tidak ditemukan penggunaan terjemahan serapan, kesetaraan, maupun adaptasi. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa penerjemahan literal cenderung selaras dengan penerjemahan semantik, sementara penggunaan modulasi dan transposisi lebih berkaitan dengan penerjemahan komunikatif, khususnya dalam menyesuaikan instruksi agar lebih berorientasi pada pengguna. Secara umum, terjemahan instruksi produk tabir surya tersebut mampu mencapai kesepadanan fungsional dengan tetap mempertahankan kejelasan dan kemudahan pemahaman bagi konsumen Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian penerjemahan dengan menyajikan bukti mengenai bagaimana prosedur penerjemahan, orientasi penerjemahan, dan kesepadanan bekerja dalam teks prosedural dan fungsional, khususnya dalam konteks instruksi produk kecantikan.
This study aims to analyse the translation procedures used in English–Indonesian procedural instructions found on sunscreen product packaging and to examine how these procedures reflect Indonesian linguistic norms and culture-specific language use. The data were collected from sunscreen products distributed by various commercial brands and available in drugstores in Yogyakarta. Using a qualitative descriptive approach, the analysis is based on Vinay and Darbelnet’s (1995) classification of translation procedures, supported by Newmark’s (1988) concepts of semantic and communicative translation and Nida’s (2003) theory of dynamic equivalence. The unit of analysis consists of instruction segments that convey complete procedural meaning. The findings reveal 69 translation units, with literal translation as the most frequently used procedure with 46 units (66.67%), followed by modulation 13 units (18.84%), borrowing 7 units (10.14%), and transposition 3 units (4.35%). No translation of calque, equivalence, or adaptation were identified. Further analysis shows that literal translation tends to align with semantic translation, while modulation and transposition are more closely associated with communicative translation, particularly in adapting instructions to user-oriented expressions. Overall, the translations generally achieve functional equivalence by maintaining clarity and usability for Indonesian consumers. This research contributes to translation studies by providing evidence of how translation procedures, translation orientation, and equivalence operate in procedural and functional texts, especially within the context of beauty product instructions.
Kata Kunci : translation, translation procedures, procedural texts, dynamic equivalence, sunscreen