Laporkan Masalah

Faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi kadar fenol dalam urin tenaga kerja di industri mebel PT Matarindo Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

BISMAN, Dra. Maulinah Dian SUkarlan, Apt.,M.Kes

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

PT Matarindo merupakan sebuah pabrik mebel yang menggunakan thinner untuk pelarut cat, thinner tersebut mengandung benzen sehingga tenaga kerja terpapar oleh benzen. Bagian yang berisiko terpapar benzen adalah bagian pertukangan, pengecatan dan finishing. Aksi kerja benzen bersifat iritatif pada kulit dan selaput lendir, bersifat racun, karsinogen, depresi pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan hilangnya kesadaran bahkan kematian dan juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistim pembentukan darah. Tingkat keracunan benzen ini bervariasi antara tenaga kerja yang satu dengan yang lainnya. Hal ini karena adanya faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi kadar fenol dalam urin tenaga kerja. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang mempengaruhi kadar fenol dalam urin pada tenaga kerja . Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Populasinya sebanyak 113 orang dengan sampel sebanyak 33 orang. Variabel bebas adalah faktor faktor ekstrinsik (iklim kerja, ventilasi, konsentrasi benzen diudara dan fasilitas pelayanan kesehatan kerja ) dan faktor intrinsik (umur, status gizi masa kerja dan perilaku). Variabel terikat adalah keracunan benzen yang ditandai dengan tingginya kadar fenol dalam urin tenaga kerja. Analisis statistik yang digunakan adalah regresi model penuh dan stepwise dengan program SPS 2000. Hasil penelitian ini menunjukkan: l) Sebagian faktor intrinsik dan ektrensik terdapat hubungan dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 2) Tidak ada hubungan antara iklim kerja dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 3) Tidak ada hubungan yang signifikan antara ventilasi dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 4) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara konsentrasi benzen dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 5) Terdapat hubungan antara fasilitas pelayanan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 6) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara umur dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 7)Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara status gizi dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 8) Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara masa kerja dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja; 9) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara perilaku dengan kadar fenol dalam urin tenaga kerja

Background: PT Matarindo is a furniture company that used thinner containing benzene as paint solvent. Sections that are risky to be exposed by benzene are carpentry, painting and finishing sections. Action of benzene is irritation on skin and membrane, toxic, carcinogenic, depressant on central nerve structure that caused loss of consciousness even death also caused damages on blood making system. The poisoned level of benzene is various among employee’s. It is due to intrinsic and extrinsic factors that influenced phenol level in employee’s urine. Therefore, this research was aimed to identify intrinsic and extrinsic factors that influenced phenol level in employee’s urine. Method: This was a cross sectional research. The population was 113 people with sample of 33 people. The independent variable was extrinsic factors (working environment, ventilation, benzene concentration in the air, service facility of occupational health in the environmental industry) and intrinsic factors (age, nutrition status, length of work and behavior). The dependent variable was benzene poisoned which was marked with the high phenol level in employee’s urine. The statistic analysis being used is full regression model and stepwise with the SPS 2000 program. The result of the research showed that: 1) there was a relationship between some part of the intrinsic and extrinsic factors with phenol level in the employee’s urine; 2) there was not a relationship between working environment with phenol level in the employee’s urine; 3) there was not a significant relationship between ventilation with phenol level in the employee’s urine; 4) there was a significant relationship between benzene concentration with phenol level in the employee’s urine; 5) there was a relationship between service facility of occupational health in the environmental industry with phenol level in the employee’s urine; 6) there was a very significant relationship between age with phenol level in the employee’s urine; 7) there was an insignificant relationship between nutrition status with phenol level in employee’s urine; 8) there was an insignificant relationship between length of wok with phenol level in the employee’s urine; 9) there was a very significant relationship between behavior with phenol level in the employee’s urine.

Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Kadar Fenol Dalam Urin,Intrinsik dan Ekstrinsik, phenol - urine - benzene


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.