Laporkan Masalah

Evaluasi kebutuhan air irigasi pada saluran irigasi Pengasih kabupaten Kulonprogo

Yunianto Nugroho, Drs. Darmakusuma Darmanto, Dip.H.; M.S.

2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Bendung Pengasih terletak di Kabupaten Kulonprogo dengan Intake utamanya adalah sungai Serang. Bendung Pengasih mempunyai 2 (dua) saluran sekunder, yaitu Saluran Sekunder Kedundang dan Saluran Sekunder Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan Bendung dan mengetahui imbangan air irigasi pada daerah penelitian dengan membandingkan besarnya kebutuhan dan ketersediaan air irigasi pada daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Observasi dan Sampling dengan melakukan survey lapangan dan mengambil sampel Perkolasi dan juga menggunakan data sekunder untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Hasil yang telah didapatkan berupa nilai ketersediaan air irigasi yaitu sebesar 36,67 l/dt (November 1) hingga 7823,80 l/dt (Maret II) dan untuk kebutuhan air irigasi dari yang terendah pada bulan (Juli 1) sebesar 59,39 l/dt hingga yang terbesar pada bulan Mei II sebesar 4980,43 l/dt. Hasil analisis yang diperoleh pada penelitian ini adalah ketersediaan air irigasi pada daerah penelitian tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan air irigasi selama musim tanam padi sepanjang tahun dengan luas total 2291 Ha. Pada musim tanam palawija ketersediaan air irigasi dapat untuk mencukupi kebutuhan air irigasi pada daerah penelitian. Bendung Pengasih atau ketersediaan air irigasi pada daerah penelitian hanya mampu mencukupi sebagian kecil luasan areal irigasi dengan pola tanam yang sama atau sekitar kurang dari 1500 Ha per harinya dari luasan total area daerah oncoran Saluran Irigasi Pengasih.

Bendung Pengasih is located in District Kulon Progo with the main intake is Serang river. Bendung Pengasih has 2 (two) secondary channels, the secondary channel are Kedundang and Depok. The objectives of this study are to evaluate the capacity and to know water balance through comparing the amount of the water needs of the study area with the irrigation capacity of Bendung Pengasih. The methodologies used in this study were observation and sampling method accompanied by extensive fieldwork. Percolation sample was obtained through field work combined with secondary data in order to obtain well result. The result showed that irrigation water capability is 36.67 l/s (November 1) to 7823.80 l/s (March II). Meanwhile, the lowest water needs is in the month of July 1 (59.39 l/s) and the highest is in the month of May II (4980.43 l/s). It showed that the capability of irrigation water in the study area is not able to meet the needs of irrigation water used for 2291 Ha rice plantation during rice plant season. However, the capability of irrigation water in the study area is able to meet the needs of irrigation water during palawija planting season (crops planted as 2nd crop in dry season). Bendung Pengasih is only able to meet the water needs of the small part of the study area with the same planting pattern. It only covers water needs of 1500 Ha per day in the study area

Kata Kunci : irigasi, debit, perkolasi,irrigation, discharge, percolation

  1. S1-2009-167375-abstract.pdf  
  2. S1-2009-167375-bibliography.pdf  
  3. S1-2009-167375-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2009-167375-title.pdf