Identifikasi lokasi pusat kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis di daerah perkotaan Yogyakarta
Yulia Ary Cahya Wulan, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
2008 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTujuan dari penelitian ini untuk menguji ketelitian interpretasi Citra Quickbird dalam memetakan parameter penentu lokasi pusat kegiatan ekonomi dan pemodelan spasial sebaran lokasi kegiatan ekonomi di daerah perkotaan Yogyakarta. Sebaran lokasi pusat kegiatan ekonomi di daerah perkotaan Yogyakarta diperoleh dengan melakukan pengharkatan lima parameter yang diasumsikan mempengaruhi timbulnya lokasi pusat kegiatan ekonomi di daerah perkotaan Yogyakarta. Kelima parameter yang digunakan adalah penggunaan lahan, aksesibilitas, pelayanan, kelembagaan dan rawan bencana. Untuk menghasilkan peta sebaran lokasi pusat kegiatan ekonomi di daerah perkotaan Yogyakarta dilakukan metode pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang. Hasil uji interpretasi objek penggunaan lahan pada citra Quickbird sebesar 95%. Hasil pemodelan spasial lokasi pusat kegiatan ekonomi diklasifikasikan menjadi 3 kelas yaitu pusat kegiatan sangat tinggi, pusat kegiatan tinggi dan pusat kegiatan sedang. Daerah yang termasuk pada kelas sangat tinggi sebagai pusat kegiatan ekonomi adalah sekitar daerah Seturan, sepanjang Jalan Kaliurang. sekitar daerah Gejayan, sepanjang Jalan Urip Sumohardjo, sekitar daerah Kranggan, sepanjang Jalan Pangeran Mangkubumi, sepanjang Jalan Malioboro, perempatan pingit dan sekitar daerah Patang puluhan. Daerah yang termasuk pada kelas tinggi sebagai pusat kegiatan ekonomi adalah sekitar daerah Condong Catur, sekitar daerah Maguwoharjo, sekitar daerah Baciro, sekitar daerah Rejowinangun, sekitar daerah Gondomanan dan sekitar daerah Gedongkiwo. Daerah yang termasuk pada kelas sedang sebagai pusat kegiatan ekonomi adalah sepanjang Jalan Magelang, sepanjang Jalan Godean dan sepanjang Jalan Palagan Tentara Pelajar. Pola yang terjadi pada lokasi pusat kegiatan ekonomi di daerah perkotaan Yogyakarta yaitu menyebar karena pengaruh dari kelima parameter tersebut seperti penggunaan lahan, aksesibilitas, pelayanan, kelembagaan dan rawan bencana. Lokasi pusat kegiatan ekonomi ini berkembang ke arah utara terutama sepanjang Jalan Kaliurang, ke arah barat sekitar daerah Godean dan Gamping, ke arah timur sekitar daerah Maguwo dan sepanjang Jalan Wonosari dan ke arah selatan berkembang sepanjang Jalan Parangtritis, Jalan Imogiri dan Jalan Bantul.
The aim of the research is to examine the accuracy of Quickbird Imagery Interpretation in mapping the determining factors of economic centre in the urban area of Yogyakarta. Spatial modeling of distribution of the economic in urban area of Yogyakarta. The method used in the research is considerable quantitative weighted factors. Therefore, the cite distribution of the economic centre in the urban area of Yogyakarta is achieved by rating the five factors which are assumed to have the impact for the existence of economic centre in the urban area of Yogyakarta. Those factors are the land use, accessibility, service, institution and disaster vulnerability. The result for the land use interpretation accuracy from the Quickbird Imagery is 95%. The economic centre cites spatial model is classified into very high economic centre, high economic centre and medium economic centre. The area in the very high economic centre covers part of around of Seturan, along of Kaliurang Street, around of Gejayan, along of Urip Sumohardjo Street, around of Kranggan, along of Pangeran Mangkubumi Street, along of Malioboro Street and around of Patang puluhan. The area in the high economic centre covers around of Condong Catur, around of Maguwoharjo, around of Baciro, around of Rejowinangun, around of Gondomanan and around of Gedongkiwo. The area in the medium economic centre covers along of Magelang Street, along of Godean Street and along of Palagan Tentara Pelajar Street. The pattern of the economic centre in the urban area of Yogyakarta shows the spread one. That is because of impacted by those five factors. It's which is progressed to north side occurred along of Kaliurang Street, thus which progressed to west side occurred around of Godean and Gamping, thus which progressed in the east side occurred around of Maguwoharjo and along of Wonosari Street and in the south coverage progressed along of Parangtritis Street, Imogiri Street and Bantul Street
Kata Kunci : Pusat kegiatan ekonomi, Sebaran lokasi, Daerah perkotaan Yogyakarta,economic activity centre, location distribution, Yogyakarta urban area