Laporkan Masalah

Pemanfaatan foto udara pankromatik hitam putih berskala 1 : 5.000 untk klasifikasi lingkungan permukiman kumuh di kecamatan Tamansari Jakarta Barat

Yuliati Wursetyorini, Prof. Dr. Sutanto

1992 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian permukiman kumuh di Indonesia sudah banyak dilakukan terutama untuk Program Perbaikan Kampung. Kebanyakan penelitian dilakukan dengan observasi langsung atau secara terestrial. Penggunaan foto udara dalam hal ini jarang digunakan. Dalam penelitian ini digunakan foto udara untuk menilai permukiman kumuh. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk menilai ketelitian foto udara pankromatik hitam putih berskala 1: 5 000 dalam klasifikasi permukiman kumuh, (2) untuk memetakan agihan permukiman kumuh daerah penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah interpretasi foto udara dilengkapi dengan data sekunder dan uji medan. Interpretasi foto udara dilakukan pada obyek/variabel yang mempengaruhi tingkat kekumuhan permukiman. Obyek/variabel tersebut adalah : kepadatan rumah mukim, luas atap, lebar jalan masuk, kondisi permukaan jalan, liputan vegetasi, halaman/lahan kosong, dan tata letak. Uji medan dilakukan pada daerah sampel dengan menggunakan variabel terestrial yang dibuat oleh BAPPEM Proyek MHT (Badan Perencanaan Pembangunan Proyek Mohammad Hoesni Thamrin) DKI Jakarta yaitu : banjir, sanitasi, sampah/kebersihan lingkungan, kepadatan bangunan, lebar jalan masuk, air bersih/air minum, keadaan bangunan, dan tata letak. Metode pendekatan wilayahnya adalah pendekatan unit lingkungan (Environment Unit), penilaiannya dilakukan pada unit-unit lingkungan permukiman hasil interpretasi. Unit lingkungan permukiman pada daerah penelitian ada 90 unit/blok. Di antara unit-unit lingkungan permukiman tersebut setelah dinilai menggunakan variabel penilaian permukiman kumuh dan dihasilkan 53 blok lingkungan permukiman kumuh. Hasil ketelitian klasifikasi permukimaman kumuh melalui interpretasi foto udara secara keseluruhan yang diperoleh sebesar 81,48%. Untuk masing-masing klas ketelitian pemetaan dan ketelitian kategori yang paling tinggi ketelitiannya adalah klas III (lingkungan permukiman agak kumuh) yaitu sebesar 92% dan 85,7%, lingkungan permukiman kumuh (klas IV) ketelitiannya paling rendah yakni sebesar 66,7% dan 75%, sedangkan lingkungan permukiman sangat kumuh (klas V) dengan ketelitian 80% dan 80%. Dari segi penyebaran lingkungan permukiman kumuh di kecamatan Tamansari menunjukkan bahwa lingkungan permukiman sangat kumuh cenderung menempati lokasi yang kurang nyaman, yaitu di pinggiran rel kereta api, di pinggir sungai/selokan dimana sungai atau selokan tersebut merupakan tempat yang sudah tercemar oleh limbah rumah tangga maupun industri. Lingkungan permukiman kumuh menempati lokasi dekat dengan permukiman sangat kumuh dan lingkungan permukiman agak kumuh menempati lokasi di belakang pertokoan, dekat pasar

-

Kata Kunci : Lingkungan permukiman kumuh,Pemanfaatan foto udara pankromatik hitam putih,Klasifikasi lingkungan

  1. S1-1992-2624-abstract.pdf  
  2. S1-1992-2624-bibliography.pdf  
  3. S1-1992-2624-tableodfcontent.pdf  
  4. S1-1992-2624-title.pdf