Offensive Expressions as Bald on Record Impoliteness Strategy in the Film Django Unchained
Shimping Fitriana Dwi Fatmawati, Dr. Dra. Rio Rini Diah Moehkardi, M.A.
2026 | Skripsi | SASTRA INGGRISSkripsi ini meneliti penggunaan ungkapan ofensif sebagai strategi ketidaksantunan Bald on Record dalam film Django Unchained. Tujuannya adalah mengidentifikasi jenis ungkapan ofensif, realisasi linguistik strategi ketidaksantunan, dan menganalisis fungsinya dalam merepresentasikan dinamika kekuasaan pada konteks perbudakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan model interaktif oleh Miles et al. (2014), sedangkan klasifikasi ungkapan ofensif didasarkan pada teori Battistella (2005), tindak tutur berdasarkan Searle (1979), serta strategi dan fungsi ketidaksantunan Culpeper (1996, 2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori epithet mendominasi jenis ungkapan ofensif, yang mengindikasikan bahwa serangan verbal paling banyak menargetkan identitas kelompok. Dalam realisasi strategi, tindak tutur asertif dan direktif ditemukan paling sering muncul, yang menunjukkan adanya penindasan verbal bekerja dengan cara melabeli korban sebagai inferior dan mengontrol tindakan fisik mereka. Secara pragmatis, fungsi koersif mendominasi sebagian besar data, menegaskan bahwa bahasa ofensif berfungsi sebagai instrumen kekuasaan untuk memaksakan kepatuhan, bukan sekadar luapan emosi. Karakter budak Stephen menjadi penutur paling ofensif. Temuan ini dapat diinterpretasikan sebagai representasi internalisasi rasisme di mana korban mengadopsi bahasa penindas untuk bertahan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ungkapan ofensif digunakan sebagai alat untuk menegakkan hierarki rasial dan dominasi sosial dalam konteks sejarah yang digambarkan.
This research examines offensive expressions as bald on record impoliteness strategy in the film Django Unchained. The objective is to identify the types of offensive expressions, the linguistic realization of impoliteness strategies, and analyze their function in representing the dynamics of power in the context of slavery. This research employed a descriptive qualitative design. The data were analyzed using the interactive model by Miles et al. (2014), while the classification of offensive expressions was based on Battistella (2005), speech acts based on Searle (1979), and impoliteness strategies and functions on Culpeper (1996, 2011). The results indicate that epithets are the most dominant category of offensive expressions, suggesting that verbal attacks primarily target group identity. In terms of strategy realization, assertives and directives appear most frequently, indicating verbal oppression operates by labeling the victim as inferior and controlling their physical actions. Pragmatically, the coercive function constitutes the majority of the data, confirming that offensive language serves as an instrument of power to enforce obedience rather than merely expressing emotion. Notably, the slave character Stephen was the most offensive speaker. This finding can be interpreted as a representation of internalized racism where the victims adopt the oppressor's language to survive. This research concludes that in the depicted historical context, offensive expressions are utilized as strategic tools to maintain racial hierarchy and social dominance.
Kata Kunci : Strategi Ketidaksantunan, Bald on Record, Ungkapan Ofensif, Kekuasaan, Django Unchained, Impoliteness Strategies, Bald on Record, Offensive Expressions, Power, Django Unchained.