Pengaruh giliran kerja dan status perkawinan terhadap stres kerja perawat wanita di Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta
SUKANDAR, Dyan R, Dr.dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,Sp.Ok
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaPerawat adalah tenaga kesehatan di rumah sakit yang 24 jam berada di sisi pasien. Dalam tugasnya menjalankan sistim giliran kerja termasuk giliran kerja malam. Pola kerja yang berubah-rubah dapat mempengaruhi kehidupan keluarga terutama bagi perawat wanita yang sudah menikah. Penyelesaian urusan rumah tangga merupakan masalah yang tidak mudah diatasi, terlebih bila mempunyai anak yang masih kecil. Beban psikis ini dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stres. Stres tersebut selanjutnya dapat memicu munculnya stres kerja ketika perawat melaksanakan tugas pekerjaaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh giliran kerja dan status perkawinan terhadap stres kerja perawat. Cara penelitian : 1. Jenis penelitian adalah survei dengan rancangan cross sectional. 2. Lokasi penelitian dilakukan di RS Grhasia Jl. Kaliurang Km 17 Pakem Sleman Yogyakarta. 3. Populasi penelitian 73 orang, dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi 36 orang. 12 orang giliran kerja pagi, 12 orang giliran kerja siang, dan 12 orang giliran kerja malam. Untuk mengukur stres kerja diberikan angket stres kerja, yang diukur dengan skala Likert dengan cara pengisian dan tanya jawab. Angket stres kerja yang dipergunakan adalah hasil modifikasi Grandjean (1983) dan Setyawati (1994). Analisis data menggunakan analisis variansi satu jalur, dan uji t. Hasil uji statistik menunjukkan : 1. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara giliran kerja terhadap stres kerja p > 0,05. 2. Ada kecenderungan terdapat perbedaan signifikan antara status perkawinan terhadap stres ke rja p < 0,01. Kesimpulan : 1. Stres kerja perawat dengan giliran kerja malam tidak berbeda secara bermakna dengan giliran kerja siang dan giliran kerja pagi. 2. Ada kecenderungan perawat dengan status menikah lebih besar stres kerja daripada yang belum menikah
Nurses are health professionals at hospitals who should be 24 hours available for patients. Therefore work shift is adopted for nurses in doing their job. Changing work shift may influence family life of married nurses. Problem solving of family matters may not be easy to do especially where there are children in the family. The psychological problem in the long run can incite stress which then may bring work stress for nurses in doing their job. The study was intended to know the effect of work shift and marital status to nurse’s work stress. The study was a survey type which used crosssectional design. The location of the study was Grhasia Hospital Yogyakarta. The population were 73 nurses with 36 nurses fulfilling the criteria consisting of 12 nurses on morning work shift, 12 nurses on afternoon work shift and 12 nurses on night work shift. To measure work stress, a form of work stress was given and measured using Likert Scale through fulfilling the form and answering questions. Work stress form used was a modification of Grandjean (1983) and Setyawati (1994). Statistical analysis used was one way variance analysis, and t-test using analysis technique of SPS-2000. The result of the study showed that : 1) there was no significant effect deferences of work shift to work stress with p > 0,05; 2) there was significant effect of marital status to work stress with p < 0,01. Conclusion : Nurses work stress with night work shift did not significantly differ from those with afternoon work shift and morning work shift. 2) There was a indication that married nurses had bigger work stress then single nurses.
Kata Kunci : Kesehatan Kerja, Stress, Status Perkawinan dan Giliran Kerja Perawat, shift, marital status, work stress.