Laporkan Masalah

Kadar timbal (Pb) dalam darah, kelelahan kerja dan keluhan gangguan tidur di malam hari polisi lalu lintas di Kabupaten Magelang

MOCHTAR, Yusrizal, Dr.dr. Lientje Setyawati Maurits, MS.,Sp.Ok

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Polisi lalu-lintas yang bertugas di jalan raya wilayah Kabupaten Magelang, seperti halnya polisi lalu-lintas pada umumnya, dalam tugasnya sehari-hari berisiko terpapar debu timbal (Pb) dari kendaraan bermotor. Polisi lalu-lintas di Kabupaten Magelang mempunyai jam kerja 11 jam/hari, dengan libur satu hari dalam satu minggu. Kondisi demikian memungkinkan kadar timbal (Pb) yang terpapar juga semakin tinggi. Dalam studi pendahuluan diperoleh informasi adanya keluhankeluhan seperti sering merasa lesu, mengantuk, pusing, kurang mampu berkonsentrasi dan kurangnya gairah kerja. Diduga hal ini ada hubungannya dengan kadar timbal (Pb) dalam darah sebagai kelanjutan dari pemaparan timbal (Pb) tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timbal (Pb) dalam darah dengan kelelahan kerja dan keluhan gangguan tidur di malam hari polisi lalu-lintas di Kabupaten Magelang. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross-sectional, dengan subyek penelitian anggota polisi lalu-lintas, yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi, sebanyak 30 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar timbal (Pb) dalam darah, variabel tergantung adalah kelelahan kerja dan gangguan tidur di malam hari. Penentuan kadar timbal (Pb) dalam darah dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), pengukuran tingkat kelelahan kerja menggunakan Reaction timer L-77, dan kualitas tidur diukur dengan kuesioner. Analisis data menggunakan SPS 2000, dengan tingkat kemaknaan (á) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar timbal dalam darah subyek penelitian adalah 96,87 mg/l dengan SD 38,08 mg/l, berada di bawah NAB; rerata tingkat kelelahan kerja 345,96 milidetik dengan SD 83,589 milidetik, termasuk tingkat kelelahan kerja ringan; dan rerata gangguan tidur 48,86 dengan SD 6,765, termasuk kualitas tidur cukup baik. Dari analisis statistik diperoleh nilai p= 0,000 atau p< 0,05, hal ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kadar timbal (Pb) dalam darah dengan tingkat kelelahan kerja, makin tinggi kadar timbal (Pb) dalam darah semakin tinggi tingkat kelelahan kerja; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kadar timbal (Pb) dalam darah dengan keluhan gangguan tidur di malam hari, makin tinggi kadar timbal (Pb) dalam darah semakin tinggi pula gangguan tidur di malam hari.

Traffic policemen who work on the streets of Magelang Regency, as usual, in their daily task, always risk themselves by getting exposed of lead (Pb) come out vehicle exhaust. They have working time 11 hours/day, with one day off. It’s possibility them to be exposed more and more lead (Pb). It’s shown by some health complaints such as felling weak sleepy, dizy and less concentration and working spirit. Therefore the purpose of this research is to determine the relationship between lead (Pb) level in the blood concerning occupational fatique and sleeping disorder in the night of traffic policemen of Magelang Regency. This research is observational one with cross-sectional design which the subject is traffic policemen, which is determined based on inclution criteria as many as 30 people. The independent variable of the research is lead (Pb) level in the blood, the dependent variable is working fatique and sleeping disorder in the night. The lead (Pb) level in the blood is analyzed by Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS), measurement of working fatique level uses Reaction timer L-77, and sleeping quality is measured using questionnairre. Data analysis used in the research is SPS 2000. The result shows that the average of lead (Pb) level in the blood of research subject is 96.87 ± 38.08 mg/l, the average working fatique is 345.96 ± 83.589 milisecond and the average sleeping disorder is 48.86 ± 6,765. Based from statistical analysis, it’s gotten that p=0.000 (p>0.05), it shows that (1) there is a significant relation between lead (Pb) level in the blood and working fatique level, the more the lead (Pb) level in the blood, the more working fatique level; (2) there is significant relation as well between lead (Pb) level in the blood and sleeping disorder, the more the lead (Pb) level in the blood, the harder sleeping disorder. Although lead (Pb) in the blood of this research is under limit value with light working level and good quality of sleeping, there should be control of lead (Pb) level in the blood periodically and self protection tool such as mask when they are on duty on the street to reduce exposure of lead (Pb).

Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Polisi,Kelelahan dan Gangguan Tidur,Kadar Pb


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.