Penilaian ekonomi untuk pengembangan ekowisata Kotagede
Amilihur Soeroso, Prof. Dr. Soekanto Reksohadiprodjo, M.Com.; Dr. Ir. Haryadi, M.Arch.
2000 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganKotagede, yang dahulu dikenal sebagai pusat bekas kerajaan Mataram Islam pada abad 16 Masehi, terletak kurang lebih 6 kilometer disebelah tenggara kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini mencerminkan situs yang ideal dan karakteristik yang unik sebagai kawasan preservasi dan konservasi bangunan artistik, antik, klasik. arkeologis dengan arsitektural tradisional-kolonial serta kebudayaan Jawa. Pada saat ini permukiman dan tata ruang yang digunakan oleh masyarakat membentuk suatu kimah (asset) yang hidup sebagai warisan kebudayaan yang tidak kalah pentingnya dibandingkan candi atau bangunan lain yang indah. Penelitian ini berusaha melihat total manfaat ekonomi kawasan Kotagede. Berdasarkan hal tersebut disusun strategi pengembangannya sebagai kawasan ekowisata yang berbasis pada wisata budaya. Data dikumpulkan dari wisatawan yang berkunjung ke Kotagede dengan bantuan kuesioner terstruktur serta monografi Kecamatan Kotagede dan Kecamatan Banguntapan. Selanjutnya diolah dengan menggunakan teknik regresi berganda model linier-logit, analisis SWOT dan kai-kuadrat. Hasilnya memberi indikasi bahwa total manfaat ekonomi kawasan Kotagede berkisar antara 13,23 milyar sampai dengan 5,39 trilyun rupiah, sehingga jika terjadi kesalahan dalam pengembangannya maka masyarakat harus membayar ongkos ekonomi yang tinggi. Strategi pengembangan ekowisata harus dilakukan secara holistik terhadap aspek manajemen keorganisasian, sumberdaya baik biofisik maupun kebudayaan serta pemasaran. Kemudian, sumberdaya kultural seperti bangunan bersejarah. kesenian dan kerajinan harus dikembangkan dengan pendekatan yang komprehensif berbasis pada sosial-budaya Masyarakat Dengan demikian, agar lingkungan tetap lestari maka masyarakat dan pemerintah sebagai pemilik sumberdaya kawasan Kotagede harus mengambil kebijakan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Kotagede ("big city"), the former capital of Islamic Mataram Kingdom in 16C, located about 6 kilometers to the south-east of Yogyakarta city. Special Province of Yogyakarta, Indonesia. This area represents the Javanese ideal site and its unique characteristics as preservation and conservation artistic, antiques, classical, archeological buildings with traditional-colonial architectural and Javanese culture. Recently current settlements and urban spaces that are mostly utilized by present society form a living cultural asset that can be recognized as cultural heritage, as significant as monuments likes temples, or other gorgeous individual buildings. The research aims to look for total economic value of Kotagede area. More over, it is arranged development strategic as ecotourism area based on cultural tourism. Data were obtained from tourists that pay a visit to Kotagede area with the aid of structured questionnaire and monograph of Kotagede and Banguntapan district. In this research, data processed with linear-logit regression technique, SWOT analysis and chi-square. The result indicates that total economic value of Kotagede area is about 13,23 billion to 5,39 trillion rupiah. It implication is if mishandling in the development of Kotagede, society have to pay high of cost economic. Development strategic of ecotourism of Kotagede area can be done as holistic toward aspects of organizational management, domestic resources management and marketing management. In addition, the cultural resources like historic assets; arts and crafts have to be developed with comprehensive approach based-on community socio-culture. By doing so, society and government as stakeholders of Kotagede area have to take some green policies in tourism sustainable development.
Kata Kunci : manfaat ekonomi, strategi pengembangan, manajemen, wisata budaya, ekowisata,Kotagede, economic value, development strategic, cultural tourism, management, ecotourism