Diskriminasi Terhadap Penyandang Disabilitas dalam Drama Extraordinary Attorney Woo (isanghan byeonhosa uyongu): Kajian Sosiologi Sastra
NOPITAYANI, Achmad Rio Dessiar B.A., M.A., Ph.D.
2026 | Skripsi | S1 BAHASA DAN KEBUDAYAAN KOREA
Penelitian ini membahas representasi diskriminasi penyandang disabilitas sebagaimana digambarkan dalam drama Extraordinary Attorney Woo (isanghan byeonhosa uyongu) dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra berdasarkan teori menurut Ian Watt (1964) dan Wellek dan Warren (1956). Selain itu, juga menggunakan teori Newman (1930-1963) sebagai teori landasan mengenai diskriminasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam drama Extraordinary Attorney Woo (isanghan byeonhosa uyongu) diskriminasi terjadi kepada Woo Young-woo dan tokoh tambahan lainnya yang juga merupakan penyandang disabilitas. Selanjutnya, dalam drama tersebut tergambarkan empat bentuk diskriminasi yang dialami oleh tokoh drama ini, yaitu diskriminasi verbal (verbal expression), penghindaran (avoidance), pengucilan (exclusion), serta diskriminasi fisik (physical abuse). Bentuk diskriminasi verbal yang dialami oleh tokoh tambahan dilakukan oleh publik melalui media sosial, dan dialami juga oleh Woo Young-woo yang disamakan seperti anak kecil oleh orang yang belom mengenal dirinya. Kemudian, diskriminasi penghindaran dialami Woo Young-woo berupa penolakan di tempat kerja, penolakan relasi romantis, dan perbedaan perlakukan dalam proses magang dan perekrutan. Selain itu, diskriminasi penghindaran juga terjadi dalam bentuk komentar netizen yang mengatakan autisme sebaiknya diasingkan. Selanjutnya, diskriminasi pengeluaran terhadap Woo Young-woo beruapa tidak dilibatkan dalam pekerjaan dan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Diskriminasi pengeluaran juga terjadi dalam bentuk komentar netizen yang mengatakan autisme sebaiknya diasingkan. Terakhir, diskriminasi fisik terjadi pada Woo Young-woo berupa penyenggolan sehingga menumpahkan susu ke arah dirinya, penjegalan kaki dan penarikan kursi sehingga ia terjatuh, dan dijahili ketika jam pelajaran yang mengakibatkan dirinya mendapatkan tamparan.
This study discusses the representation of discrimination against persons with disabilities as portrayed in the drama Extraordinary Attorney Woo (isanghan byeonhosa uyongu), using a sociological approach to literature based on theories proposed by Ian Watt (1964) and Wellek and Warren (1956) as the theoretical foundation. In addition, Newman’s theory (1930-1963) was used as a theoretical foundation for understanding discrimination. This study used qualitative technical research methods.
The analysis shows that in the drama Extraordinary Attorney Woo (isanghan byeonhosa uyongu), discrimination occurs against Woo Young-woo and other supporting characters who are also persons with disabilities. Furthermore, the drama depicts four forms of discrimination experienced by the characters, namely verbal discrimination (verbal expression), avoidance, exclusion, and physical discrimination (physical abuse). The additional characters experience verbal discrimination from the public through social media, and Woo Young-woo also experiences this when people who do not know him treat him like a child. Woo Young-woo experiences avoidance discrimination in the form of rejection at work, rejection in romantic relationships, and differential treatment in the internship and recruitment process. In addition, avoidance discrimination also occurs in the form of comments from netizens saying that autism should be isolated. Furthermore, exclusionary discrimination against Woo Young-woo takes the form of not being involved in work and difficulty in finding employment. Exclusionary discrimination also occurs in the form of comments from netizens saying that autism should be isolated. Finally, physical discrimination occurred against Woo Young-woo in the form of bumping into him, causing milk to spill on him, tripping him and pulling his chair out so that he fell, and teasing him during class, which resulted in him being slapped.
Kata Kunci : diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, spektrum autisme, drama Extraordinary Attorney Woo, sosiologi sastra