Laporkan Masalah

Analisis ketersediaan air untuk perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai (Studi kasus sub DAS Ngunut Bengawan Solo Hulu)

Dewi Lisnoor Setyowati, Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc.; Drs. Darmakusuma Darmanto, Dip.H.,M.S.

1996 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian tentang analisis ketersediaan air untuk perencanaan pengelolaan DAS dilakukan di Sub DAS Ngunut, Kabupaten Karanganyar. Tujuan penelitian ini; (1) menyusun model ketersediaan air untuk mengetahui proses input-output, (2) mengetahui kondisi komponen ketersediaan air komponen ketera pada da setiap penggunaan lahan, (3) menentukan alternatif perencanaan pengelolaan DAS. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu: (1) pengumpulan data primer dan data sekunder, (2) pengolahan data. (3) penyusunan program komputer tentang sistem pergerakan air, (4) evaluasi sebelum model ketersediaan air digunakan lebih dahulu diuji validitasnya dengan uji distribusi T-student dan uji Korelasi, sehingga debit hasil simulasi tidak berbeda dengan debit observasi. Selanjutnya model ketersediaan air digunakan untuk menentukan perencanaan pengelolaan DAS yaitu diterapkan pada berbagai pola penggunaan lahan. Penentuan alternatif penggunaan lahan yang terbaik menggunakan pedoman nilai rasio debit dan nilai produksi lahan. Hasil utama penelitian ini adalah: (1) perangkat lunak (software) tentang model ketersediaan air. Pengujian model menunjukkan bahwa nilai T-hitung 0,3569 dan T-tabel 1,83, artinya tidak ada perbedaan nyata antara debit simulasi dengan debit observasi, selanjutnya model dapat digunakan. (2) Nilai komponen ketersediaan air; curah hujan, intersepsi, evapotranspirasi, infiltrasi, simpanan air, dan aliran permukaan pada masing-masing penggunaan lahan berbeda. Pada kebun campuran; ternyata nilai infiltrasi, simpanan air dar dan perkolani ber besar, sedangkan nilai aliran permukaan kecil. Sawah nilai evapotranspirasi paling besar, sedangkan nilai intersepsi, infiltrasi dan simpanan air kecil. Tegal; nilai intersepsi paling besar, dan pada pemukiman nilai aliran permukaan paling besar. (3) Alternatif 4.3, dan 14: perubahan penggunaan lahan dari sawah dan tegal ke bentuk kebun campuran merupakan alternatif terbaik dalam mengatur tata air di Sub DAS Ngunut, sedangkan nilai produksinya besar. Alternatif 10.2,11,13: perubahan dari kebun campuran dan tegal menjadi bentuk sawah merupakan alternatif yang dianjurkan, sedangkan alternatif 6,7,8,9,12; perubahan dari kebun campuran dan sawah ke bentuk tegal dan pemukiman merupakan alternatif yang tidak dianjurkan.

-

Kata Kunci : Pengelolaan DAS,Ketersediaan air

  1. S2-1996-5086-Abstract.pdf  
  2. S2-1996-5086-Bibliography.pdf  
  3. S2-1996-5086-TableofContent.pdf  
  4. S2-1996-5086-Title.pdf