Laporkan Masalah

Keikutsertaan akseptor pada Keluarga Berencana Mandiri di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Caroline Manuahe, Prof. Dr. Sofian Efendi; Dr. Agus Dwiyanto

1996 | Tesis | S2 Kependudukan

Telah dilakukan penelitian tentang keikutsertaan akseptor pada keluarga berencana mandiri di kecamatan Depok, kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan akseptor terhadap keluarga berencana mandiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mewawancarai langsung 298 akseptor dengan menggunakan daftar pertanyaan yang ditanyakan langsung kepada akseptor. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang serta untuk melihat hubungan antara variabel digunakan rumus Kai Kuadrat (X²). Hasil penelitian menunjukan sejumlah 44,63 persen tercatat sebagai peserta keluarga berencana tidak mandiri dan 55,37 persen tergolong sebagai peserta keluarga berencana dengan kategori mandiri. Pengaruh pendidikan terhadap kemandirian terlihat pada akseptor yang berpendidikan SLTA meningkat ke Akademi/PT keikutsertaannya dari 34,13 persen menjadi 84,31 persen. Hal yang sama terjadi pula pada akseptor yang berpendidikan SLTP ke SLTA, sedangkan akseptor yang berpendidikan SD dan SLTP tidak menunjukkan pengaruh peningkatan keikutsertaan akseptor pada keluarga berencana mandiri. Dari jenis pekerjaan akseptor, menunjukkan bahwa akseptor yang bekerja sebagai pegawai swasta menduduki kategori tertinggi yaitu sebesar 92,73 persen sebagai peserta keluarga berencana mandiri diikuti oleh akseptor dengan jenis pekerjaan sebagai pegawai negeri sebesar 78,72 persen dan berjualan di pasar sebesar 52,94 persen. Akseptor yang bekerja di luar rumah memberi kontribusi yang cukup besar dalam keikutsertaannya pada keluarga berencana mandiri, karena pengalaman dan pergaulan dengan teman sekantor atau di tempat kerja atau lingkungan sosial kemasyarakatan ternyata juga memberi sumbangan yang berarti pada pasangan usia subur dalam menerima atau memilih pelayanan keluarga berencana.

A research has been done on participation in self reliant family planning in Subdistrict of Depok, Regency of Sleman, Yogyakarta Special Territory with the objective of identifying what determinant factor(s) in the participation of young couples to participate in self reliant family planning. The data collected in the study came from an interview of 298 acceptors of family planning program using a questionnaire asked directly face-to-face. The data obtained was tabulated in the form of distribution fre quency and cross tabulation, and a chi-squared test was done to examine any relationship among the variables being considered. The results revealed that 44.63% of acceptors of family planning program belonged to the non self-reliant while the remaining 55.37% were self-reliants. Effect of education on participation on self reliant family program could be seen from the increase of participation from 34.13% among those with senior high school education to 84.31% for college and university graduate couples. An increase in participation was also obtained among couples with junior high school education compared to those with high school education. However, similar participation was observed for couples with elementary and junior high school education. Based on occupational status, family planning acceptors working in private sector showed a high participation, 92.73%, as self reliant family planning practitioners, followed by those working as public servants and market vendors which showed a participation rate of 78.72% and 52.94% respectively. A working house wife has a greater chance to participate in self reliant family planning as she has a better view on the program from her communication with her office mates or the people around her.

Kata Kunci : Akseptor Keluarga Berencana,keluarga berncana Mandiri,Depok, Sleman

  1. S2-1996-4893-Abstract.pdf  
  2. S2-1996-4893-Bibliography.pdf  
  3. S2-1996-4893-TableofContent.pdf  
  4. S2-1996-4893-Title.pdf