Laporkan Masalah

Penguasaan lahan dalam kaitannya dengan faktor sosial ekonomi petani kelapa di dua desa di kecamatan Dimembe kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara

Anny Wantania, Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. Rafael Murtomo, M.S.

1995 | Tesis | S2 Geografi

Kajian mengenai tanaman kelapa sebagai tanaman produksi merupakan salah satu upaya memahami peranan sektor pertanian bagi penduduk pedesaan. Secara khusus penelitian ini mempelajari tentang penguasaan lahan dalam kaitannya dengan aspek sosial ekonomi penduduk pedesaan di Desa Laikit dan Dimembe, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui variasi penguasaan lahan yang dibedakan atas luas dan status penguasaan, menyebabkan perbedaan dalam hal faktor sosial ekonomi yang meliputi penggunaan modal usahatani, penggunaan tenaga kerja, saluran pemasaran, penggunaan pupuk, keikutsertaan dalam penyuluhan pertanian dan pendapatan kelapa per hektar lahan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan mengambil sampel baik sampel wilayah maupun sampel responden. Sebagai sampel wilayah diambil desa Laikit dan desa Dimembe. Sampel responden diambil secara purposive sampling. Di desa Laikit diambil 57 orang dan desa Dimembe diambil 53 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa tabel frekuensi, tabel silang dan analisa kai kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) di Desa Dimembe penggunaan modal usahatani per hektar lahan milik sendiri lebih besar daripada lahan bukan milik sendiri, sedangkan di Desa Laikit penggunaan modal usahatani per hektar lahan milik sendiri lebih kecil daripada lahan bukan milik sendiri; 2) di kedua desa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tenaga kerja digunakan pada lahan milik sendiri lebih besar daripada lahan bukan milik sendiri untuk setiap hektar lahan; 3) di kedua desa penelitian menunjukkan bahwa golongan petani kaya lebih responsif dibandingkan dengan petani sedang dalam hal pelaksanaan saluran pemasaran produksi kelapa; 4) di kedua desa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk per hektar lahan milik sendiri lebih besar daripada lahan bukan milik sendiri; 5) di kedua desa penelitian menunjukkan bahwa petani kaya sebagai golongan petani yang memiliki lahan luas lebih responsif daripada petani sedang, dalam hal penggunaan pupuk sebagai salah satu cara penerapan teknologi pertanian; 6) di kedua desa penelitian menunjukkan bahwa petani kaya lebih aktif mengikuti kegiatann penyuluhan dibanding-kan dengan petani sedang; 7) di kedua desa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bersih per hektar lahan milik sendiri lebih besar daripada lahan bukan milik sendiri.

Study on the coconut crop as a production plant is attempts to find out the role of the agricultural sector among in rural communities. This research deals with landholding in relation with the socio-economic aspects of the rural communities in Laikit and Dimembe. Dimembe subdistrict, the Regency of Minahasa, North Sulawesi. The purpose of this research is to study of relation land holding differentiation with socio-economic factors which include the use of capital for farming operations, the use of labourers, marketing distribution, use of fertilizers, participation in agricultural guindance, and earnings from coconuts per hectare of land. The research method adopted in a survey by taking samples from regions and respondents. The region chosen were Laikit and Dimembe, and the respondents were selected through purposive sampling. There were 57 respondents from Laikit and 53 respondent from Dimembe. Data analyses were made by using frekuency table analysis, cross tabulation. and chi square analysis. The result of the research indicates that: 1) in Dimembe, the capitals used for farming operations per hectar by landholders is biggers than those used by non-landholders, whereas in Laikit the capitals used for farming operation per hectare by landholders are smaller than those used by non-landholders; 2) in both villages, the average numbers of labourers employed by landholders are greater than those employed by non-landholders for each hectare of land: 3) in both villages, the wealthier farmers are more responsive than the medium-income group in the implementation of the marketing distribution of the coconut crop; 4) in both villages, the use of fertilizers per hectare by landholders is higher than that by non-landholders: 5) in both villages, the wealthier farmers who have large areas of land are more both responsive than the medium-income group to the use of fertilizers as a way of applyng agricultural technology 6) in both villages. the wealthiers farmers are more active than the medium-Income group in attending various activities related to agricultural guidance; 7) in both villages, the average net earnings per hectare from the land of landholders bigger than those from the land of non-landholders.

Kata Kunci : Penguasaan Lahan, Faktor Sosial Ekonomi,Landholding, Socio-Economic factors

  1. S2-1995-4752-Abstract.pdf  
  2. S2-1995-4752-Bibliography.pdf  
  3. S2-1995-4752-TableofContent.pdf  
  4. S2-1995-4752-Title.pdf