Peran Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Mengelola Harmoni Sosial Masyarakat Multikultur Di Kalurahan Sendangadi, Sleman Yogyakarta
Zahri Rinaldy St. Panduko, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si ; Dr Hakimul Ikhwan, M.A
2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Kalurahan Sendangadi, Sleman, sebagai wilayah yang dihuni oleh warga asli dan pendatang dengan beragam latar belakang budaya, agama, dan sosial menghadapi potensi gesekan apabila keberagaman tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan kolaboratif dalam mengelola harmoni sosial masyarakat multikultur di Kalurahan Sendangadi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan terdiri atas lurah, dukuh, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmoni sosial di Kalurahan Sendangadi tidak terbentuk secara alami, melainkan melalui proses kepemimpinan kolaboratif yang dijalankan aktor lokal. Lurah berperan sebafai Steward yang menjaga nilai bersama, dukuh sebagai mediator yang meredam gesekan sosial, dan ketua RT/RW sebagai catalyst yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kepemimpinan kolaboratif mampu menjembatani warga asli dengan warga perumahan, menciptakan ruang dialog inklusif, serta mengelola konflik berbasis musyawarah dan nilai budaya Jawa.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan menjaga harmoni sosial di Kalurahan Sendangadi merupakan hasil sinergi antara nilai budaya lokal dengan praktik kepemimpinan kolaboratif. Namun, efektivitas kolaborasi masih sangat dipengaruhi oleh figur pemimpin yang mampu membangun kepercayaan. Oleh karena itu, pelembagaan sistem kolaborasi menjadi penting agar harmoni sosial dapat berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada individu tertentu.
This study is motivated by the need to maintain social harmony within Indonesia's multicultural society. Sendangadi Village, Sleman, which is inhabited by both native residents and newcomers from diverse cultural, religious, and social backgrounds, faces potential tensions if diversity is not properly managed. Therefore, this research aims to analyze the role of collaborative leadership in managing social harmony in the multicultural community of Sendangadi. This research employs a qualitative descriptive approach with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The informants consist of the village head, hamlet leaders, neighborhood and community unit heads (RT/RW), community leaders, and residents. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that social harmony in Sendangadi does not occur naturally but is built through collaborative leadership practices carried out by local actors. The village head acts as a steward who safeguards shared values, the hamlet leaders function as mediators who resolve social tensions, and teh RT/RW heads serve as catalyst who encourage active community participations. Collaborative leadership successfully bridges the gap between native residents and housing-complex dwellers, creates inclusive dialogue spaces, and manages conflicts through deliberation and Javanese cultural values.
The study concludes that the succes of social harmony in Sendangadi is the results of synergy between local cultural values and collaborative leadership practices. However, the effectiveness of collaboration remains highly dependent on the figure of the leader who is able to build trust. Therefore, institutionalizing collaborative systems is essential to ensure sustainable social harmony beyond individual leadership capacity.
Kata Kunci : Kepemimpinan kolaboratif, harmoni sosial, masyarakat multikultur, Kalurahan Sendangadi